Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 Juli 2017 | 15:49 WIB

Polri Lapor Pedang Pemberian Dubes Saudi ke KPK

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 7 Maret 2017 | 13:00 WIB
Polri Lapor Pedang Pemberian Dubes Saudi ke KPK
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Polri melaporkan pemberian cinderamata berupa pedang berwarna emas dari Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (7/3/2017).

Adapun prosesi pemberian cinderamata itu berlangsung antara Polri dan Dubes Arab Saudi sebelum kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud ke Indonesia pekan lalu.

Pedang yang diterima langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dilaporkan kepada KPK melalui Koordinator Staf Pribadi Pimpinan Polri, Kombes Pol Dadang.

Laporan itu pun diterima langsung oleh salah seorang perwakilan lembaga antirasuah, yakni Wakil Ketua KPK Laode M Syarief.

"Saya datang ke sini dengan maksud ingin menyampaikan laporan gratifikasi. Ini merupakan bentuk kepatuhan pak Kapolri. Kami menyampaikan laporan gratifikasi dari Kapolri berdasarakan surat perintah sebagai staf pribadi beliau berupa cinderamata yang diterima pak Kapolri," kata Dadang di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).

Dadang memaparkan, pihaknya menduga pedang pemberian tersebut bukanlah pedang emas seperti yang diduga selama ini. Dengan panjang sekitar satu meter, pedang itu berwarna perak. Namun, bungkus pedangnya berewarna keemasan.

"Jadi perkiraan kami ini bukan pedang dari emas, tapi pedang berwarna keemasan. Perkiraan harga kurang lebih Rp10 juta," katanya.

Dalam kesempatan ini, lanjut Dadang, laporan ini dilakukan agar KPK memeriksa pemberian itu tergolong gratifikasi ataukah bukan.

Tujuannya untuk memutuskan pedang itu dikembalikan kepada Polri atau menjadi milik negara. "Nanti akan dicek dalam beberapa hari akan dinilai oleh KPK apakah keputusannya dikembalikan adalah keputusan KPK," katanya.

Sementara Wakil Ketua KPK Laode Syarief mengatakan, selain pedang emas, Kapolri juga melaporkan pemberian plakat.

Menurutnya, pertukaran cinderamata ini hal yang biasa. Namun, KPK memerlukan waktu untuk memeriksa dan memutuskan status cinderamata tersebut.

"Biasanya butuh waktu sekitar 10 hingga 15 hari untuk menyelesaikan laporan. Setelah itu kami akan laporkan apakah bisa disimpan atau diletakkan di museum. Nanti akan kami laporkan," tandasnya. [rym]

 
x