Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 27 April 2017 | 16:14 WIB

DPR Bidik Dugaan Kejahatan Korporasi di Pelindo II

Oleh : Anton Hartono | Senin, 6 Maret 2017 | 21:10 WIB
DPR Bidik Dugaan Kejahatan Korporasi di Pelindo II
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Panitia Khusus Angket Pelindo II mengembangkan penyidikan kasus Global Bond senilai Rp21 triliun oleh PT Pelindo II. Pansus ingin menjerat Direksi Pelindo II sebagai pelaku kejahatan korporasi.

Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi Partai Demokrat Wahyu Sanjaya mengatakan, arah penyelidikan tersebut lantaran diduga direksi tidak melakukan perencanaan matang. Sehingga Perseroan harus menanggung beban bunga Rp1 triliun per tahun.

"Kami masih melakukan investigasi untuk mendalami peran Direksi dalam dugaan kejahatan korporasi ini," ujar Wahyu, Senin (6/3/2017).

Jika nantinya Pansus menemukan bukti adanya kejahatan korporasi dalam kasus ini, maka DPR akan kembali memanggil mantan direksi PT Pelindo II untuk menjalani pemeriksaan.

Wahyu mengatakan, pihaknya masih menelusuri adanya dugaan direksi keuangan lama Pelindo II bermain dalam persoalan global bond. Penelusuran ini dilakukan melalui dokumen dan keterangan Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya yang telah diperoleh dari rapat Pansus Pelindo II pekan lalu.

"Kami sedang mempelajari dokumen-dokumen Global Bond dari Pelindo II. Sasarannya direksi lama dan sekarang, yang mungkin terlibat karena pengambilan global bond tidak sesuai kebutuhan, sehingga ada potensi kerugian negara," katanya.

Sebelumnya, Pansus Pelindo II menemukan beberapa kesalahan Pelindo II. Diantaranya perpanjangan JICT tanpa izin Menteri BUMN, pengadaan barang jasa, Pelabuhan New Priok dan Global Bond.

Akibatnya, mantan Dirut Pelindo II RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka KPK dalam kasus pengadaan alat dan BPK menemukan pelanggaran hukum serta kerugian negara dalam Perpanjangan JICT.[jat]

Tag

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x