Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 07:13 WIB

Kapolda Jabar: Pelaku Bom Panci Dikenal Abu Salam

Oleh : Ahmad Sayuti | Selasa, 28 Februari 2017 | 18:21 WIB
Kapolda Jabar: Pelaku Bom Panci Dikenal Abu Salam
Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Bandung - Yayat Cahdiyat (41) atau yang dikenal sebagai Abu Salam rupanya residivis yang terafiliasi jaringan Jamaat Anshorut Daulah (JAD).

Polisi pun sudah membentuk tim untuk memburu jaringan yang terkoneksi kepada Abu Salam, baik di Jabar ataupun di luar Jabar.

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan menyebutkan, pihaknya sudah membentuk beberapa tim dan sedang dilakukan pengejaran, serta penggeledahan terhadap mereka yang diduga terkoneksi ke jaringan Abu Salam ini, baik di Jabar ataupun luar Jabar.

"(Abu Salam) sudah kita buntuti terus sebelum tahun baru. Dinilai bahaya, kan residivis," katanya kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Selasa (28/2/2017).

Menurutnya, Yayat atau Abu Salam ini diduga kelompok JAD, jaringan lama dan mungkin juga ada kaitannya dengan yang di penangkapan di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta beberapa waktu lalu.

Disinggung adanya pelaku lain saat kejadian bom panci di Taman Pandawa, Anton mengaku belum bisa memastikannya. Kendati begitu pihaknya terus mendalami segala kemungkinan yang ada. Makanya pengejaran dan penggeledahan kepada mereka yang diduga sekelompok terus dilakukan.

Disinggung apakah sasaran Abu Salam kemarin objek vital (obvit), apalagi lokasi ledakan dekat dengan Bandara Husein dan Stasion Kereta. Mantan Kadiv Humas Polri tersebut menyebutkan kemungkinan tersebut bisa saja terjadi.

"Ini motivasi yang sebenarnya masih di dalami. Bisa saja ke sana (menyasar objek vital). Yang tau sekarang sendiri cuma almarhum. Tapi kalau dihubungkan bisa saja," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya sudah menginstruksikan jajarannya agar memperketat penjagaan dan pengamanan di objek vital yang ada di Kota Bandung khususnya, dan Jabar pada umumnya.

Anton mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, Polri dan TNI kini tengah mengejar jaringan mereka dan tetap siaga. Kendati begitu, masyarakat pun agar waspada terutama terhadap orang-orang yang kontra radikal.

"Ciri-ciri orang-orang kontra radikal itu yang utama mereka antipancasila. Sebab tujuan mereka NII (Negara Islam Indonesia)," tegasnya.

Selain itu, mereka juga terkadang sulit bergaul, dan biasanya pahamnya keras. Hitam putih kebenaran hanya ada di mereka, dan yang lain mereka anggap salah. Indonesia sebagai negara Pancasila, dianggap oleh mereka negara Thogut.

Selain itu, toleransi mereka sangat kecil, dan jika masyarakat di Jabar menemukan ciri-ciri orang seperti itu bisa langsung melaporkan kepada kepolisian.

Ditanya soal kantung-kantung NII di Jabar, Anton pun secara gamblang mengungkapkannya. Di antaranya, yakni Priangan Timur, seperti Ciamis, Tasik, dan Garut, kemudian Bogor, Bandung, Cianjur, dan Purwakarta. "Hampir merata (Jabar)," tandasnya.[jat]

 
x