Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 22:19 WIB

Teror Bom Menjelang Kedatangan Raja Salman

Oleh : Latihono Sujantyo | Senin, 27 Februari 2017 | 12:56 WIB
Teror Bom Menjelang Kedatangan Raja Salman
(Foto: twitter)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta Apakah teror bom di Cicendo terkait dengan rencana kedatangan Raja Salman?

Dua hari menjelang kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz dari Arab Saudi ke Indonesia, teror bom mengoyak Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Bandung, Jawa Barat hari ini (27/02/2017). Meskipun hanya menimbulkan satu korban jiwa, namun peristiwa tersebut menggegerkan Jakarta. Maklum, pada 1- 3 Maret nanti Raja Salman, yang membawa rombongan 1.500 orang akan berada di Jakarta.

Kunjungan Raja Salman dan rombongan ke Indonesia adalah dalam rangka tur mereka ke beberapa negara Asia untuk menjalankan program reformasi ekonomi yang diluncurkan pemerintah Arab Saudi pada tahun 2016 lalu bertajuk Saudi Vision 2030 atau Rencana Visi 2030.

Rencana transformasi ekonomi Arab Saudi ini mencakup pemotongan subsidi, kenaikan pajak, penjualan aset negara, efisiensi pemerintahan, dan menaikkan investasi asing. Semua ini gara-garanya harga minyak yang anjlok sejak awal 2015 hingga tahun 2016 yang membuat Negeri Petro Dolar defisit hingga US$ 90 miliar.

Banyak kalangan pesimis dengan transformasi ekonomi Arab Saudi. Maklum, selama puluhan tahun hampir semua sektor kehidupan rakyat diberikan makan oleh negara. Kebijakan ini sedikit banyak mengguncangkan rakyat Saudi.

Tak hanya di dalam negeri, Saudi juga menghadapi tantangan sulit di panggung politik global. Agresi Saudi ke Yaman yang sudah berlangsung lebih 1 tahun belum mencapai tujuannya. Keluarga Kerajaan Saudi sudah menghabiskan uang mereka untuk mengintervensi Suriah, Irak, Yaman, Lebanon dan beberapa negara lain di kawasan.

Saudi juga masih disibukkan dengan urusan memerangi militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Sementara kebanyakan pelaku teror bom di Indonesia diduga berhubungan dengan ISIS. Tito Karnavian, saat menjabat Kapolda Metro Jaya mengatakan, ISIS saat ini sudah mengubah strategi perang. Kini, kata Tito saat menjelaskan bom Sarinah awal 2016, perang bukan lagi di wilayah Syria dan Irak tapi di negara lainnya.

Pimpinan ISIS Abubakar Baghdadi memang telah memerintahkan anak buahnya untuk melakukan operasi di luar wilayah Irak dan Suriah. Teror di Perancis, Jerman, AS, Afrika Utara, Turki, dan sejumlah negara Asia Tenggara yang terjadi beberapa waktu lalu adalah bagian dari perintah tersebut.

Sel-sel ISIS di Asia Tenggara terdapat di Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Apakah teror bom di Cicendo terkait dengan rencana kedatangan Raja Salman ke Indonesia? Entahlah. Yang jelas, aparat keamanan bakal semakin ekstra ketat mengamankan Raja Salman dan rombongan selama berada di Indonesia. [lat]

 
x