Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 05:43 WIB

1 Keluarga Tewas Bunuh Diri Minum Racun Serangga

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Kamis, 23 Februari 2017 | 11:59 WIB
1 Keluarga Tewas Bunuh Diri Minum Racun Serangga
Jenazah pasutri dan kedua anaknya yang diduga tewas bunuh diri dengan minum racun serangga bersama-sama di Desa Dinas Jero Kute, Bondalem, Kabupaten Buleleng, Bali - (Foto: inilahcom/Dewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Buleleng - Warga desa dinas Jero Kute di Bondalem, Kabupaten Buleleng, Bali digemparkan peristiwa satu keluarga tewas dalam satu kamar. Tewasnya pasutri bersama kedua anaknya yang masih balita itu diduga setelah mereka bersama-sama minum racun serangga.

Satu keluarga yang tewas menyedihkan ini yaitu Kadek Artaya (32), Kadek Suciani (27) dan kedua anak mereka masing-masing bernama Putu Wahyu Adi Saputra (6) dan Kadek Dwi Cahya Putri (3).

Sayangnya, pihak keluarga menolak permintaan pihak kepolisian untuk dilakukan autopsi. Informasi yang didapat awalnya pagi hari sekitar pukul 04.00 WITA seperti biasa Made Suardana (60) orang tua korban (Artaya) bangun hendak ke pasar.

Dari pengakuannya, sempat melihat mereka masih tertidur dalam satu kamar. Bahkan saat itu saksi melihat lampu di kamar putranya itu masih menyala dan sekembalinya dari pasar, sekitar pukul 05.50 WITA seluruh lampu di dalam rumah menyala.

Namun, saat saksi mengecek di kamar korban kosong. Kemudian saksi mencium bau gas, akhirnya ia bergegas lari ke dapur namun tidak ada gas yang bocor. Saksi Suardana lalu mengecek semua pintu kamar dan hanya kamar utara dalam keadaan terkunci dan tercium bau gas menyengat di kamar tersebut.

"Di rumah tiang (saya) ada tiga kamar. Awalnya anak tiang dan menantu serta cucu ada di kamar biasa. Mereka tiang lihat tidur sebelum saya ke pasar," tutur Suardana dihadapan polisi, Kamis (23/2/2017).

Lantaran saksi merasa curiga, dirinya lalu mendobrak pintu kamar dan di dapati semuanya tidur menumpuk berpelukan dalam satu tempat tidur.

"Awal tiang tidak curiga. Saat tiang bangunkan, ada keluar busa dari mulut anak dan cucu tiang," kenangnya sambil mengusap air mata.

Saat itu juga dirinya berteriak minta bantuan keluarga yang tinggal di sebelah rumah. Sementara keluarga lain mencari pertolongan, dirinya mencari kelapa untuk diminumkan.

Saat itu ke empat korban dalam keadaan lemas dan oleh warga di larikan ke bidan yang ada di desa Pacung dan selanjutnya di bawa ke Puskesmas di desa Tejakula. Namun sayang, belum sempat dapat penanganan, satu keluarga ini sudah kejang dan nayawanya tidak bisa tertolong lagi.

Terkait peristiwa yang mengegerkan warga ini, Kapolres Buleleng AKBP Made Sukawijaya menyatakan bahwa korban murni tewas akibat bunuh diri. Hal itu menurutnya berdasarkan hasil pemeriksaan dan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan.

Meski begitu, Sukawijaya mengaku belum mengetahui soal motif dan cara nekad itu dilakukan dan bagaimana proses melakukan bunuh diri itu mengingat keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi.

"Keluarga mengiklaskan dan menolak untuk di autopsi. Ini murni bunuh diri. Dugaan sementara minum cairan racun pestisida merek Diazinon di campur minuman seprit," jelas Sukawijaya, Kamis (23/2/2017).

Sementara, dari olah TKP, polisi mengamankan 1 botol obat pestisida merek Diazinon yang masih ada sisanya serta dua botol minuman seprit dan satu buah gelas kaca.

Pengakuan pihak keluarga, anak korban yang pertama baru opname di rumah sakit akibat batuk yang tak kunjung sembuh. Ditambah lagi, istri korban juga tertular batuk-batuk. Informasi berembus jika untuk biaya rumah sakit, pihak keluarga terpaksa harus mencari hutang.

Nah, lantaran sejak pergantian kartu jaminan kesehatan dari Provinsi berupa JKBM menjadi JKN. Dan, korban tidak sempat mengurusnya, hal inilah yang diduga kuat menjadi satu keluarga ini akhirnya mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri bersama. [rok]

Tags

Komentar

 
x