Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 09:02 WIB

Perempuan MKGR Harus Melek Anggaran

Oleh : Ajat M Fajar | Senin, 20 Februari 2017 | 21:15 WIB
Perempuan MKGR Harus Melek Anggaran
Ketua Umum Gerakan Perempuan (GePe) Musyawarah Keluarga Gotong Royong (MKGR), Hetifah Sjaifudian - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Gerakan Perempuan (GePe) Musyawarah Keluarga Gotong Royong (MKGR), Hetifah Sjaifudian mengatakan kaum perempuan juga harus melek anggaran.

"Karena melalui alokasi anggaran berkeadilan masalah-masalah kesenjangan antar gender dan kelompok sosial bisa diperkecil," kata Hetifah dalam keterangan persnya, Senin (20/2/2017).

Hetifah mengajak 50 kader GePe MKGR untuk mengikuti seminar tentang 'Problem defisit anggaran dan strategi optimalisasi penerimaan negara 2017' yang diselenggarakan Poksi XI FPG DPR.

Hetifah yang juga adalah Anggota Badan Anggaran DPR mengatakan dengan kegiatan ini diharapkan kaum peremuan khususnya GePe MKGR mengerti mengenai kondisi perekonomian Indonesia.

"Jangan sampai defisit anggaran negara yang melebar mengurangi alokasi anggaran untuk memberdayakan perempuan dan anak. Apalagi Menteri Keuangan RI ibu Sri Mulyani adalah perempuan, beliau akan menjadi role model perempuan Indonesia. Ibu Sri Mulyani memiliki kesempatan yang besar untuk membantu sesama kaum perempuan melalui kebijakan anggaran negara," ungkapnya.

Hetifah atas nama GePe Ormas MKGR mendesak agar Anggaran Responsif gender diterapkan secara konsisten di semua kementrian.

Hal ini untuk memecahkan berbagai persoalan seperti angka kematian ibu dan anak yang tinggi, serta angka buta aksara perempuan yang juga tinggi, tidak cukup dengan memberi kucuran dana pada Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

"Kementrian Kesehatan dan Pendidikan Kebudayaan harus memiliki program-program dan alokasi yang cukup untuk memberdayakan perempuan dan anak perempuan," katanya.

Selain itu, Hetifah mengemukakan kepada Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi yang menjadi nara sumber bahwa dari sisi penerimaan, perempuan juga siap mensukseskan program penerimaan negara dari pajak.

Namun saat ini sistem perpajakan kita masih membedakan perempuan dan laki-laki sehingga dalam beberapa kasus bisa merugikan kaum perempuan.[jat]

Tags

 
x