Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 03:56 WIB

KPK Periksa 30 Pejabat Pemkot Madiun

Oleh : Ajat M Fajar | Jumat, 17 Februari 2017 | 22:30 WIB
KPK Periksa 30 Pejabat Pemkot Madiun
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Madiun - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan kasus gratifikasi Pasar Besar Madiun (PBM). Kali ini KPK memeriksa 30-an pejabat lingkup Pemerintah Kota Madiun di Aula Bhara Makota Polres Madiun Kota, Jumat ( 17/2/2017).

"Hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap sekitar 30 saksi untuk tersangka Bambang Irianto," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah yang dihubungi Jumat (17/2/2017).

Informasi yang dihimpun, pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat lingkup Pemkot Madiun itu untuk mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan tersangka Walikota Madiun, Bambang Irianto. Namun Febri menyangkalnya.

Febri menambahkan, tak hanya memeriksa pejabat Pemkot Madiun, penyidik KPK juga memperpanjang penahanan tersangka Walikota Madiun. "Penahanannya kami perpanjang hingga 30 hari kedepan," kata Febri.

Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Madiun, Nono Jati Kusuma yang dikonfirmasi usai diperiksa penyidik KPK menyatakan, ia diperiksa terkait TPPU di di dinasnya. Namun ia menegaskan tidak ada TPPU di dinasnya.

Nano mengaku, hanya dicecar dua pertanyaan terkait TPPU. Tak hanya dirinya, seluruh kepala SKPD yang diperiksa KPK materi pertanyaannya sama.

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Madiun, Sunardi Nurcahyono mengaku diperiksa terkait TPPU. Dia dicecar empat pertanyaan. "Detailnya ke KPK saja," katanya singkat sambil berlari menjauhi wartawan.[beritajatim]

 
x