Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Juni 2017 | 22:46 WIB

Kejaksaan Periksa Dahlan Soal Mobil Listrik

Oleh : - | Senin, 6 Februari 2017 | 09:26 WIB
Kejaksaan Periksa Dahlan Soal Mobil Listrik
Dahlan Iskan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung memeriksa mantan menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan 16 mobil listrik senilai Rp 32 miliar, Senin (6/2/2017) hari ini.

Dahlan diperiksa di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim di Surabaya. Hal ini dikarenakan statusnya masih menjadi tahanan kota atas perkara dugaan korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim yang saat ini tahap persidangan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim Richard Manurung menyatakan pemeriksaan terhadap Dahlan akan dimulai sekitar pukul 09.00 Wib pagi ini.

"Yang bersangkutan diperiksa penyidik Kejagung sebagai tersangka," ujar Richard.

Terpisah, Pieter Tallaway, penasehat hukum Dahlan mengaku belum mengetahui soal rencana dan jadwal pemeriksaan perdana Dahlan pada dugaan perkara ini. "Saya belum mengetahui jadwal pemeriksaan. Namun yang pasti sidangnya nanti itu di Jakarta," terang Pieter saat dikonfirmasi via selulernya.

Untuk diketahui, DI kembali terbelit kasus dugaan korupsi. Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan yang dikeluarkan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung RI tertanggal 26 Januari 2017, Dahlan Iskan secara resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam pengadaan 16 unit mobil jenis elektrik mikrobus dan elektrik eksekutif bus pada PT BRI (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pertamina (Persero).

Proyek pengadaan 16 mobil listrik diduga merugikan negara senilai Rp 32 miliar di tiga BUMN. Saat masih menjabat sebagai Menteri BUMN pada 2013 silam, Dahlan meminta PT BRI, PT Perusahaan Gas Negara, dan PT Pertamina untuk menjadi sponsor pengadaan mobil listrik guna mendukung KTT APEC di Bali.

Setelah proyek itu rampung dikerjakan, 16 mobil listrik berjenis electric microbus dan electric executive bus itu rupanya tak dapat digunakan karena tidak dibuat sebagaimana mestinya. Mobil itu hanya diubah pada bagian mesin sehingga fungsi mobil tidak optimal. Hasil uji di ITB menyatakan bahwa pembakaran bahan bakar di mesin tidak optimal dan mengakibatkan mesin cepat panas dan turun mesin. [beritajatim]

 
x