Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 Juli 2017 | 19:48 WIB

Pengamanan di LP Nusakambangan Dievaluasi

Oleh : - | Selasa, 31 Januari 2017 | 15:05 WIB
Pengamanan di LP Nusakambangan Dievaluasi
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Jawa Tengah Bambang Sumardiono
facebook twitter

INILAHCOM, Cilacap - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia akan mengevaluasi sistem pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Jawa Tengah Bambang Sumardiono.

"Saya bersama Pak Direktur Kamtib (Direktur Keamanan dan Ketertiban Kemenkumham Sutrisman, red.) hari ini akan mengadakan penguatan pengamanan dan evaluasi terhadap petugas di eks Keresidenan Banyumas, Nusakambangan, dan Cilacap," katanya, Selasa (31/1/2017).

Menurutnya penambahan itu terkait dengan buruknya pengamanan di Pulau Nusakambangan pasca-kaburnya dua tahanan LP Klas I Batu.

Ia mengakui bahwa saat ini areal bangunan di sejumlah lapas Pulau Nusakambangan bertambah untuk memenuhi kapasitas. Namun sayangnya penambahan itu tak disertai dengan penambahan jumlah petugas jaga di setiap LP.

"Hampir semua lapas di Nusakambangan (total lapas di Nusakambangan sebanyak tujuh buah, red.) bertambah arealnya karena untuk menambah kapasitas, sedangkan SDM masih tetap segitu," ujarnya.

Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya akan mengevaluasi sistem pengamanan di lapas dengan menambah teknologi pada titik-titik yang tidak terjangkau oleh petugas.

Seperti diwartakan, dua napi kasus narkotika atas nama M. Husein (43) dan Syarjani Abdullah (40) diketahui kabur dari Lapas Kelas I Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, dan hingga saat ini masih dalam pencarian.

Dua napi yang baru dipindahkan dari Lapas Cirebon sekitar satu bulan itu, kabur dengan cara memanjat pagar di Pos 3 yang belum ada penjaganya.

Salah seorang napi kasus narkotika yang kabur itu, M. Husein merupakan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka.

Sementara Syarjani Abdullah dapat ditangkap kembali oleh petugas gabungan pada hari Senin (30/1), pukul 21.45 WIB, saat bersembunyi di atas plafon Masjid At-Taqwa yang berlokasi tidak jauh dari Lapas Batu. [tar]

 
x