Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 07:25 WIB

Diduga Mesum di Mobil, 8 Pelajar Diamankan

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 31 Januari 2017 | 00:06 WIB
Diduga Mesum di Mobil, 8 Pelajar Diamankan
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Sampang - Keberadaan Taman Kota yang berada di depan kantor Bupati Sampang, kerapkali dijadikan tempat mesum.

Buktinya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berhasil menciduk 8 pelajar yang diduga berbuat mesum di area taman kota. Sejumlah pasangan pelajar ini diamankan saat asik bermesraan dalam mobil.

Informasi yang berhasil diperoleh, awal mulanya 8 pelajar ini kedapatan sedang asyik nongkrong di area taman kota milik Pemkab Sampang. Dari 8 pelajar ini, sebagian ada yang menghidupkan musik dengan suara yang cukup keras, sebagian lagi bermesraan dalam mobil.

Melihat tingkah laku yang dinilai tidak wajar itu, sejumlah warga yang melintas di area taman merasa risih, bahkan ada yang langsung melaporkan kepada Satpol PP.
Atas laporan itu, beberapa Satpol PP langsung turun ke lokasi kejadian. Alhasil mendapati dua pelajar yang berbeda jenis kelamin sedang bermesraan di dalam mobil, tanpa banyak omong kemudian Satpol PP langsung membawa 8 pelajar ke Kantor penegak Perda itu.

"Kita menghampiri mereka, ada yang sedang duduk di luar, sebagian mendengarkan musik dengan suara keras, serta ada kedapatan tengah berpelukan di dalam mobil," terang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Mohammad Jalil mewakil Kepala Satpol PP Sampang Hamdani, Senin (30/1/2017).

Jalil menjelaskan, saat dihadapan penyidik, 8 pelajar itu beralasan berada di taman kota hanya untuk beristirahat setelah bepergian dari Kota Surabaya. Akan tetapi ketika diminta keterangan lebih mendalam, 8 pelajar ini usai clubbing di salah satu diskotik.

"8 pelajar itu tengah dibuatkan berita acara pemeriksaan dan diberi pembinaan, selanjutnya akan memanggil pihak sekolah atau orang tuanya," tegasnya.

Dari data Satpol PP Sampang, 8 pelajar ini diantaranya lima laki-laki dan tiga perempuan. Yakni, S (19) warga Desa Bring Koneng, Kecamatan Banyuates, R (19) warga Kecamatan Tambelangan, A (19) warga Desa Banyusokah, Kecamatan Ketapang, serta AF (20) warga Desa Kombeng, Kecamatan Ketapang. ST (18) warga Desa Talageh, Kecamatan Banyuates, L (18) dan AR (20) warga Desa Ketapang Timur Pancor, Kecamatan Ketapang dan LH (18) warga Kota Surabaya.[beritajatim]

Tags

 
x