Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 15:02 WIB

Polisi Belum Tahan Pelaku‎ Salah Penembakan

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Jumat, 27 Januari 2017 | 23:01 WIB
Polisi Belum Tahan Pelaku‎ Salah Penembakan
(Foto: inilahcom/Dewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Buleleng - Penembakan Wayan Suarca (54) seorang warga Dusun Banjar Puncaksari, Desa Pucaksari, Kecamatan Busung Biu, Buleleng yang awalnya dikira monyet hingga korban tewas ditempat oleh pelaku Ketut Agustina (34) alias Nyengkrut yang merupakan saudaranya sendiri masih hangat Bali.

Kapolsek Busungbiu, AKP Nengah Muliadi menyatakan pelaku Nyengkrut telah memberikan keterangan dan kini masih dalam tahap pemeriksaan.

"Kami belum melakukan penahanan karena ini juga merupakan unsur ketidaksengajaan pelaku," kata Muliadi, Jumat (27/1/2017).

Muliadi menuturkan kronologi kejadian bermula dari pelaku Nyengkrut yang awalnya mencari arang kayu sambil membawa senapan di Pangkung Bebek, sebuah lahan milik salah satu warga setempat.

"Dari keterangan pelaku, kala itu ia tak sendiri melainkan juga ditemani tiga orang warga lainnya yakni Putu Andre, Putu Yogi dan Nyoman Pasek," tuturnya.

Saat mencari arang kayu itulah, kata Muliadi, pelaku Nyengkrut yang sedang membawa senapan melihat seekor monyet diatas pohon cengkeh. Pelaku Nyengkrut lalu berlari meninggalkan teman-temannya untuk menembak monyet di pohon cengkeh tersebut.

Muliadi menerangkan dari penuturan pelaku Nyengkrut bahwa waktu itu pepohonan sangat rimbun ditambah cuaca yang sedang berkabut. Disatu sisi posisi pohon kelapa yang dinaiki korban berada di balik pohon cengkeh.

"Ketika peluru dilepaskan, ternyata bukan monyet yang kena peluru, melainkan korban Wayan Suarca. Peluru itu mengenai kepala bagian belakang korban Wayan Suarca," terangnya.

Diberitakan INILAH.COM sebelumnya bahwa korban Wayan Suarca (54) seorang warga Dusun Banjar Puncaksari, Desa Pucaksari, Kecamatan Busung Biu, Buleleng meregang nyawa setelah ditembak sepupunya sendiri.

Penembakan yang dilakukan oleh Ketut Agustina (34) alias Nyengkrut, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban tersebut tentu saja membuat Wayan Suarca terjatuh dari pohon dan langsung meninggal di lokasi kejadian.

Kelian Dusun Banjar Puncaksari, Desa Pucaksari, Kecamatan Busung Biu, Buleleng, Wayan Suarjana (36) menyatakan pelaku dan korban awalnya sedang berada di Pangkung Bebek, sebuah lahan milik salah satu warga setempat.

"Korban awalnya hendak mencari janur sementara pelaku hendak mencari arang kayu. Pelaku menembak korban karena dikira monyet," kata Wayan Suarjana, Jumat (27/1/2017).

Lebih lanjut Suarjana menerangkan bahwa saat korban sedang berada di atas pohon kelapa setinggi kurang lebih 8 meter, pelaku yang juga sama-sama berada di lokasi justru melihat korban seperti monyet dan bukan manusia.

"Pelaku yang saat itu membawa senapan kemudian menembak korban. Pelaku memang biasa membawa senapan untuk menangkap monyet karena memang banyak monyet disana," terang Suarjana.

Saat pelaku menembak korban, korbanpun akhirnya terjatuh. Saat terjatuh itulah pelaku baru melihat korban tersebut ternyata adalah manusia, bukan monyet seperti yang dilihat sebelumnya.

"Pelaku panik kemudian bergegas lari minta pertolongan warga lainnya. Namun sayang, jarak lokasi dengan pemukiman warga cukup jauh yakni setengah jam jika kita berjalan kaki," jelas Suarjana.

Pasca kejadian itu, warga setempat akhirnya segera ke area Pangkung Bebek dan melihat korban sudah tak bernyawa. Kabar penembakan ini akhirnya menyebar luas dan menggempar warga di Buleleng.

Suarjana mengaku saat ditemukan korban berada dalam posisi terlentang dengan kondisi kepala bagian belakang penuh bercak darah. Sementara, pelaku yang merasa bersalah kemudian menyerahkan diri ke Kapolsek Busung Biu.

"Kami belum berani menyimpulkan bagian mana korban terkena tembakan. Jasad korban saat ini sudah dirumahnya, sementara pelaku sudah di Polsek Busung Biu," pungkasnya.[jat]

 
x