Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 02:27 WIB

Terbukti Terima Suap

Jaksa Praperadilan Dahlan Dituntut 2 Tahun Penjara

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 24 Januari 2017 | 18:43 WIB
Jaksa Praperadilan Dahlan Dituntut 2 Tahun Penjara
(Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menuntut pidana penjara selama dua tahun pada Ahmad Fauzi (AF).

Jaksa yang biasa menangani perkara pidana khusus ini dinyatakan terbukti bersalah menerima suap sebesar Rp1,5 miliar dari Ahmad Manaf (AM), seorang saksi dalam kasus dugaan pembelian hak atas tanah BPN Kabupaten Sumenep yang saat ini perkaranya sedang diperiksa Pidus Kejaksaan setempat.

"Menuntut pidana penjara selama dua tahun, denda Rp50 juta dan subsider tiga bulan kurungan," ujar JPU Jolvies Samboe, Wira Bhuwana Putra (Keduanya dari Kejari Surabaya) dan Erni (Jaksa dari Kejagung).

Salah satu ringannya tuntutan tersebut dikarenakan Jaksa AF belum menikmati hasil suapnya. Sedangkan yang memberatkan adalah terdakwa merupakan seorang jaksa yang semestinya memberikan contoh baik bagi masyarakat.

Atas tuntutan tersebut, majelis hakim yang diketuai Wiwin Arodawanti menawarkan ke terdakwa apakah akan mengajukan pembelaan atau tidak.

"Ajukan pledoinya pada sidang berikutnya," kata Hakim Wiwin pada jaksa AF.

Tawaran itu pun langsung diamini AF, Dia pun menyatakan akan mengajukan pembelaan. "Saya ajukan pledoi majelis," ucap AF.

Seperti diketahui, AF ditangkap oleh Tim Saber Pungli Kejagung RI. Saat itu AF sedang menyidangkan praperadilan yang diajukan Dahlan Iskan.

Setelah digiring ke rumah kostnya didaerah Ketintang Surabaya, Tim Saber Pungli menemukan uang sebesar Rp1,5 miliar terbungkus dalam plastik yang ditaruh dalam kardus.

Kepada tim Saber Pungli, AF mengaku uang yang dikemas dalam kardus itu didapat dari salah satu saksi dalam perkara yang kini ditangani tim Pidsus
Kejati Jatim.

Orang yang diduga menyuap adalah Ahmad Manaf (AM). Dalam kasus ini, ia sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembelian hak atas tanah BPN Kabupaten Sumenep.[beritajatim]

Komentar

 
x