Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 08:52 WIB

PDIP: Menghilangkan Ambang Batas Partai tak Logis

Oleh : Fadhly Zikry | Sabtu, 21 Januari 2017 | 07:00 WIB
PDIP: Menghilangkan Ambang Batas Partai tak Logis
Politikus PDIP Rahmat Hamka - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - DPR saat ini tengah membahas revisi UU Pemilu serentak 2019. Salah satu yang menjadi perbincangan yaitu mengenai ambang batas suara partai di Perlemen (PT) dan Presidential Threshold. Ada yang menyuarakan PT dihilangkan dan ada yang meginginkan dinaikkan dari 3.5 persen menjadi 10 persen.

Menanggapi hal itu, politikus PDIP Rahmat Hamka menilai, adanya keinginan menghilangkan PT merupakan hal yang kurang masuk logika.

"Adanya keinginan untuk menghilangkan PT menurut saya sesuatu yang kurang logis dan rasional," kata Rahmat kepada INILAHCOM, Jumat (20/1/2017).

Dia juga mengkritisi wacana menghilangkan Presidential Threshold di Pemilu 2019. "Kemudian diikuti dengan tafsir sesat, yang didasarkan pada putusan MK, dilaksanakannnya Pemilu serentak Pileg dan Pilpres 2019, maka tidak diperlukan lagi adanya ambang batas baik bagi Parpol dan Pilpres," ujarnya.

"Hal ini cukup ironis dan akan merusak arah demokrasi yang ingin kita bangun yaitu penguatan sistem Presidential," tandasnya. [fad]

 
x