Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 April 2017 | 09:55 WIB

Tak Miliki Izin Tinggal, 4 TKA Tiongkok Ditangkap

Oleh : - | Jumat, 20 Januari 2017 | 16:17 WIB
Tak Miliki Izin Tinggal, 4 TKA Tiongkok Ditangkap
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Bengkulu - Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu menahan empat orang warga negara asing asal Tiongkok yang diduga menjadi pekerja ilegal di salah satu perusahaan pertambangan batu bara di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

"Mereka ditahan karena tidak memiliki dokumen izin tinggal dan dua orang diduga menyalahgunakan izin tinggal," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu, Rafli Jumat (20/1/2017).

Penangkapan dan penahanan empat orang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok itu kata Rafli merupakan hasil operasi pengawasan orang asing yang dilakukan serentak di Indonesia.

Empat orang WNA asal Tiongkok yang ditahan tersebut atas nama Lin Youle, Weng Renhua, Zheng Guoqiang dan Lin Weibin.

Dua dari empat orang tersebut yakni Lin Youle dan Weng Renhua diduga melanggar pasal 71 Undang-Undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

"Keduanya tidak memiliki dokumen perjalanan atau paspor," ucapnya.

Sedangkan WNA bernama Zheng Guoqiang memiliki paspor bernomor E39416740 dan Kitas nomor 2C21JD2599 yang diterbitkan Kantor Imigrasi Jakarta Pusat.

Namun, yang bersangkutan tidak menunjuk wilayah kerja di Kabupaten Bengkulu Utara, sehingga WNA itu diduga melanggar pasal 71 UU tentang Keimigrasian.

Sementara WNA bernama Lin Weibin, pemegang paspor nomor E62617301 masuk ke Indonesia dengan menggunakan izin tinggal kunjungan namun berada di areal pertambangan PT Mingan Mining. Lin diduga melanggar pasal 122 Undang-Undang tentang Keimigrasian.

"Keempatnya akan diproses, bila terbukti melanggar maka akan dideportasi," kata Rafli. [tar]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x