Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 03:20 WIB

Menhub Harap Priok jadi Pelabuhan Transhipment

Oleh : Ajat M Fajar | Kamis, 19 Januari 2017 | 21:23 WIB
Menhub Harap Priok jadi Pelabuhan Transhipment
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencita-citakan Tanjung Priok dapat menjadi Transhipment Terkemuka di Asia Tenggara. Hal tersebut diungkapkan sehubungan dengan konsep Transhipment Port yang sempat menjadi polemik.

"Saya mau dorong Pelindo II sebagai hub untuk meningkatkan Kapasitas dari 6 juta menjadi 10 juta. Selain itu juga perlu didorong kapal RORO untuk Panjang (Pelabuhan Panjang, Lampung), Jakarta, Semarang, Surabaya, Bali dan Lombok," ujar Budi Karya ketika dihubungi, Kamis (19/1/2017).

Integrasi kapal RORO tersebut untuk membantu pengiriman logistik beberapa daerah terbaik dari dan ke Tanjung Priok. Lebih lanjut menurut Budi Karya, konsep ini akan mendukung segmen Tol Laut sekitar Jawa.

"Pengiriman via laut untuk dengan kapal RORO dari Panjang (Lampung), Semarang, Surabaya, Bali dan Lombok lebih murah daripada via darat," lanjutnya.

Dengan konsep Transhipment Port tersebut maka Pelabuhan Tanjung Priok akan menjadi pintu masuk impor dan ekspor. Saat ini Tanjung Priok sudah mampu melayani 70% ekspor dan 60% impor menurut data dari Siswanto Rusdi, Direktur Eksekutif Namarin (The National Maritim Institute).

Konsep Transhipment ini nantinya akan memotong jalur ekspor dan impor yang selama ini harus melalui Singapura ataupun Malaysia sebagai pelabuhan transhipment. Pengiriman dapat dilakukan langsung dari Priok ke negara tujuan asal.

Sehingga produk-produk dari daerah seperti Pnjang, Semarang, Surabaya, Bali, dan Lombok akan dikirimkan menggunakan kapal RORO ke Priok untuk kemudian langsung diekspor.

Hal yang sama juga berlaku sebaliknya untuk impor barang. Barang impor akan dikapalkan dari negara asal ke Tanjung priok dan kemudian akan dikirimkan ke pelabuhan tujuan dengan menggunakan kapal RORO.

Integrasi tersebut tidak hanya mampu meningkatkan volume di Tanjung Priok tetapi juga akan menggairahkan shipping domestik dari dan ke Tanjung Priok.

"Konsolidasi dengan Kapal RORO dapat menumbuhkan volume Priok sekitar 50% per tahun. Jika hal ini dijalankan Priok bisa menjadi Transhipment terkemuka di Asia Tenggara," kata Budi.

Konsep Transhipment tersebut merupakan bagian terintegrasi dari Tol Laut yang dicanangkan oleh Jokowi pada masa kampanyenya.

Tol laut segmen sekitar Jawa diwujudkan dengan mengoperasikan kapal RORO untuk berkeliling dari pelabuhan di Lampung-Jakarta-Semarang-Surabaya-Bali-Lombok. Upaya tersebut untuk meningkatkan volume perdagangan dari dan ke kota-kota tersebut.

Ditambah dengan konsep transhipment, Tol Laut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baik melalui perdagangan domestik maupun impor dan ekspor.[jat]

Komentar

 
x