Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 1 Mei 2017 | 11:21 WIB

Saksi Sebut WNA Rangkul Leher Polisi Hingga Tewas

Oleh : - | Selasa, 17 Januari 2017 | 23:02 WIB
Saksi Sebut WNA Rangkul Leher Polisi Hingga Tewas
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Denpasar - Saksi Suryana, mantan satpam di Hotel Pulman, Kuta, Bali, melihat terdakwa Sarah Connor (45) warga asal Australia merangkul leher korban Aiptu Wayan Sudarsa seorang anggota polisi yang tewas di Pantai Kuta, pada 17 Agustus 2016.

"Saya melihat terdakwa Sarah bersama seorang pria berambut panjang (David James Taylor, terdakwa dalam berkas terpisah) sedang bergulat di atas pasir. Saat itu saya melihat terdakwa merangku leher korban," kata saksi Suryana dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (17/1/2017).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Made Pasek itu, saksi melihat teman prianya (Daviv James Taylo) menindih perut korban. "Jarak saya saat melihat kejadian itu kurang lebih lima meter," katanya.

Ia mengaku, sebelum melihat kejadian itu mendengar suara triakan keras dari arah pantai (tempat kejadian perkara). "Saya mendengar suara teriakan laki-laki, tapi tidak jelas. Kemudian saya langsung menghampiri ke pantai," katanya.

Saat itu, saksi melihat posisi David duduk diatas perut korban dan tangannya memegang kedua tangan korban. Sementara terdakwa Sarah berada disamping kiri korban sambil merangkul leher korban dengan tangan kirinya.

"Saya melihat kejadian tersebut sekitar 15 menit. Lalu saya balik ke pos jaga," katanya.

Kuasa hukum terdakwa Sarah, Erwin Siregar justeru meragukan keterangan saksi karena saat melihat kejadian selama 15 menit, namun saksi tidak melihat apakah korban dan terdakwa melakukan aksi pembunuhan.

"Mohon jangan mengada-ada, karena ini menyangkut hidup dan mati seseorang," katanya.

Sementara itu, terdkwa Sarah membantah dirinya melakukan hal itu dan tidak pernah berbaring disamping korban dan tidak pernah memegang leher korban.

"Saya tidak ada di tempat itu selama 15 menit. Saya hanya menarik agar tidak terjadi perkelahian antara David dan korban seperti apa yang diterangkan saksi," katanya.

Dalam dakwaan disebutkan, terdakwa Sarah bersama kekasihnya David (dalam berkas terpisah) yang dimabuk asmara datang ke pantai di depan Hotel Pullma, Legian pada 17 Agustus 2016, Pukul 03.45 Wita untuk bersantai menikmati suasana malam sambil meminum masing-masing satu botol bir berukuran besar.

Namun, Perkara pembunuhan ini terjadi berawal saat terdakwa Sarah kehilangan tas yang dibawanya tertinggal di pesisir pantai tempat awal melakukan minum-minum bir bersama kekasinya David itu, melihat korban berdiri dengan gelagat mencurigakan.

Terdakwa David tidak mengetahui, bahwa korban seorang anggota polisi lalu lintas (korban Wayan Sudarsa) yang saat itu bertugas di kawasan pantai itu.

Terdakwa David menduga korban mencuri tas milik kekasihnya sehingga terjadilah perkelahian yang mengakibatkan korban tewas di lokasi kejadian.[tar]

x