Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Juni 2017 | 22:47 WIB

Lima Saksi Sebut Dahlan Tak Terlibat

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 17 Januari 2017 | 21:20 WIB
Lima Saksi Sebut Dahlan Tak Terlibat
mantan menteri BUMN Dahlan Iskan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Lima saksi didatangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) yang mendudukkan mantan menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai terdakwa.

Lima saksi tersebut adalah Budi Raharjo, Yohanes Jasika staf umum dan sekretaris PT PWU, Muhammad Sulkhan mantan staf PT PWU, Suhadi mantan staf bagian umum persewaan PT PWU, Emilia Aziz mantan staf personalia merangkap sekretaris team penjualan aset PT PWU.

Dalam kesaksiannya, kelima saksi pada pokoknya menerangkan jika masalah pelepasan aset milik perusahaan sudah diatur oleh Wisnu Wardhana selaku ketua tim.

"Semua Pak Ketua (Wisnu Wardhana atau bisa disapa WW) yang melakukan," tutur saksi Budi Raharjo, mantan staf keuangan PT PWU.

Kelima saksi itu hanya bertugas menyiapkan dokumen administrasi dan membuatkan berita acara. Wisnu mengatur segala proses teknisnya termasuk penentuan tafsiran harga, menentukan tiga tawaran tertinggi, serta menentukan penawar tertinggi.

"Mulai pembukaan proses penawaran hingga penerimaan pembayaran penjualan aset, semua diatur pak Wisnu," ujar saksi.

Begitupun soal rapat terkait penjualan aset, Wisnu yang memimpin rapat dan tidak pernah melibatkan Dahlan selaku Direktur Utama. "Kalau ada rapat soal penjualan dipimpin oleh Pak Ketua (Ketua Tim Penjualan Wisnu Wardhana)," ujar Emilia.

Posisi Wisnu di PT PWU selain menjadi ketua tim penjualan aset, juga menjadi Kepala Biro Aset PT PWU sehingga tim yang ada percaya dengan Wisnu.

Lalu apa peran Dahlan? Menurut saksi, Dahlan juga tidak pernah menandatangani pencairan pengeluaran uang terkait proses penjualan. Yang dilakukan Dahlan hanya menandatangani disposisi agar dilakukan percepatan pembayaran untuk pengosongan.

"Pak Dahlan selalu mengingatkan agar segera dilakukan pembayaran dan pengosongan sebab apabila tidak segera dilakukan pengosongan, PT PWU harus membayar denda 1 persen/hari," ujar saksi.

Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Nyoman Sucitrawan SH menyodorkan bukti transaksi penjualan aset yang dilakukan sebelum pembukaan penawaran lelang. Jaksa menyebut aset di Kediri sudah dilakukan transfer 3 Juni 2003 dan pembukaan penawaran baru dibuka pada 16 Juni 2003.

Sementara aset di Tulungagung sudah ditransfer 30 Agustus 2003 dan penawaran baru dibuka pada 8 September 2003. "Permasalahan kasus ini adalah transaksi penjualan aset sudah dilakukan sebelum penawaran dibuka," terang JPU I Nyoman Sucitrawan.

Dahlan Iskan saat mendengar keterangan lima saksi tidak berkeberatan. Namun mantan Direktur Utama (Dirut) PT PLN, menyatakan posisi Dirut PT PWU yang dijabat berbeda dengan dirut perusahaan lain. "Saya tidak menerima gaji, fasilitas atau tunjangan," terangnya.

Sementara itu, kuasa hukum Wisnu, Dading P Hasta keberatan kelima saksi diperiksa dan didengar keterangannya di persidangan.

"Kami keberatan para saksi diperdengarkan keterangannya. Karena mereka pernah bekerja untuk terdakwa, tutur Dading.

Meski demikian, hakim tak mengakomodir permintaan kuasa hukum Wisnu. Keterangan para saksi tetap diperiksa dalam persidangan.[beritajatim]

 
x