Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 00:32 WIB

Otak Pembunuh Gilang Ramadhan Divonis Mati

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 17 Januari 2017 | 19:20 WIB
Otak Pembunuh Gilang Ramadhan Divonis Mati
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Tuban - Proses sidang putusan tiga orang terdakwa kasus pembunuhan terhadap Ahmad Gilang Ramadhan alias Rama (17) remaja asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Tuban mendapatkan pengawalan ketat dari puluhan Petugas Polres Tuban, Selasa (17/1/2017).

Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tuban itu Sigit Lisan Budi Santoso (26) yang menjadi otak pembunuhan berencana terhadap Rama dengan cara dibakar diganjar dengan hukuman mati.

Putusan majelis hakim tersebut lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut seumur hidup penjara.

Vonis hukuman mati terhadap terdakwa Sigit karena dinilai oleh majelis hakim bahwa terdakwa telah terbukti melakukan pembunuhan berencana. Selain itu cara pembunuhan yang dilakukan Sigit terhadap Rama dinilai oleh majelis hakim sebagai pembunuhan yang sadis.

"Majelis hakim menilai tindakan Sigit itu sangat sadis. Telah menusuk Rama di bagian punggung dan perut kemudian membakar korban yang mengakibatkan kematian. Walaupun, korban meninggal saat berada di RSUD Dr R Koesma Tuban," terang Donovan Akbar Kusumo Buwono, sebagai Humas Pengadilan Negeri Tuban.

Sedangkan untuk dua terdakwa lainnya yakni Sandi Purnawan (24) dan Arif Efriyanto (22) yang terlibat dalam kasus pembunuhan itu masing-masing diputus hakim dengan 18 tahun penjara.

Yang mana sebelumnya Sandi dituntut 18 tahun penjara dan Aris dituntut 15 tahun penjara dalam tuntutan JPU.

"Ketiga terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih pikir-pikir selama tujuh hari terhadap putusan majelis hakim. Apakah akan menerima atau menyatakan banding terhadap putusan majelis hakim," tambah Donovan setelah persidangan.

Mendengarkan vonis hukuman mati terhadap Sigit, ibu korban pembunuhan langsung sujud syukur sambil menangis histeris di Pengadilan Negeri Tuban. Tumi'ah yang selalu mengikuti jalannya persidangan mengaku puas dengan adanya vonis hukuman mati terhadap pelaku pembunuhan anaknya tersebut. "Alhamdulillah anakku dapat keadilan, Sigit dihukum mati," ujar Tumi'ah ibu korban pembunuhan.

Sementara itu, Ahmad Gilang Ramadhan ditemukan oleh warga dengan kondisi mengalami luka tusuk dan luka bakar ditubuhnya di area persawahan Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Tuban pada Jumat (22/7/2016) silam.

Saat itu korban sempat dibawa ke rumah sakit dan dirawat di UGD RSUD Dr Koesma Tuban meski akhirnya tidak tertolong lagi.[beritajatim]

 
x