Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08:37 WIB

Yusril Siap Buktikan Dahlan Tak Bersalah

Oleh : - | Jumat, 13 Januari 2017 | 11:21 WIB
Yusril Siap Buktikan Dahlan Tak Bersalah
Kuasa hukum Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Kuasa hukum Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan pihaknya siap menghadapi sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (13/1/2017) hari ini.

Yusril akan membuktikan bahwa kliennya tidak bersalah. "Kami siapkan pertanyaan untuk mengkroscek kepada para saksi," katanya kepada wartawan sebelum sidang.

Empat orang saksi disiapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan, tapi hanya hadir tiga saksi. Sidang kali ini akan menjadi pintu awal memasuki materi pokok perkara. Hingga sidang dimulai sekira pukul 09.50 WIB, baru tiga saksi yang hadir di pengadilan. "Satu saksi belum datang, Yang Mulia," kata jaksa Trimo kepada Ketua Majelis Hakim, Tahsin.

Empat saksi tersebut ialah pihak yang mengetahui proses jual beli lahan PT PWU Jatim di Kabupaten Kediri senilai Rp 17 miliar. Mereka adalah Direktur Utama PT Sempulur Upojo Sardjono, Sam Santoso, Sri Indrawati dan Muhammad Ridwan (dua karyawan Kantor Notaris Sigit Purnomowati di Kediri). Sam Santoso hingga berita ini diturunkan belum juga hadir di arena persidangan.

Dari tiga saksi yang sudah hadir, hanya saksi Upojo Sardjono yang mengaku kenal dengan Dahlan Iskan. Kepada hakim, Upojo mengaku hanya bertemu sekali dengan terdakwa saat proses jual beli lahan PT PWU di kantor notaris Kediri. "Ketemu sekali, saat jual beli terjadi dan meneken akta jual beli. Waktu itu saya, Pak Sam Santoso dan Pak Dahlan Iskan," tuturnya.

Jaksa kemudian menanyakan apakah Pak Dahlan Iskan yang ada di ruang sidang hari ini. "Iya benar Pak Jaksa, tidak keliru. Memang Pak Dahlan yang itu," ujar saksi Upojo.

Dahlan Iskan didakwa jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melakukan pelanggaran pidana korupsi pada penjualan aset PT PWU, BUMD Pemprov Jatim. Penjualan dilakukan pada tahun 2003 semasa Dahlan jadi Dirut PT PWU. Oleh jaksa, Dahlan didakwa melanggar Pasal 2 dan 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [beritajatim]

 
x