Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 15:59 WIB

Ternyata Polisi Persoalkan Isi Tesis Habib Rizieq

Oleh : Ahmad Sayuti | Kamis, 12 Januari 2017 | 14:57 WIB
Ternyata Polisi Persoalkan Isi Tesis Habib Rizieq
Habib Rizieq - (Foto: inilahcom/Didik Setiawan)
facebook twitter

INILAHCOM, Bandung - Habib Rizieq kaget saat diperiksa ternyata yang dipersoalkan ternyata isi tesis ilmiah S2 miliknya. Rizieq pun mengaku ini merupakan kriminalisasi tesis ilmiah.

Habib Rizieq diperiksa sekitar pukul 09.30 WIB, dan keluar untuk istirahat sekitar pukul 11.30 WIB. Didampingi kuasa hukum dan pendukungnya Rizieq pun sempat memberikan statement kepada awak media yang menunggunya dari pagi.

Rizieq mengaku pemeriksaan belum selesai dan baru setengah jalan. Namun, dirinya sudah mengetahui apa inti permasalahan yang jadi laporan Sukmawati Soekarno Putri kepada kepolisian.

"Saya sangat terkejut ternyata melalui pemeriksan yang dipersoalkan adalah tesis imliah S2 saya tentang pancasila," katanya.

Jika itu yang dipersoalkan, Rizieq mengaku itu sangatlah berbahaya. Sebab, itu merupakan kriminalisasi tesis ilmiah. Padahal tesis itu sudah diuji secara akademik dan dirinya dinyatakan cumlaude.

Menurutnya, tesis S2-nya di University Malaya berjudul pengaruh Pancasila terhadap Syariat Islam di Indonesia, dan salah satu judulnya sejarah Pancasila.

"Nah di situ saya kritik kelompok-kelompok yang mengatakan Pancasila lahir 1 Juni 1945. Saya perkuat pendapat Pancasila itu lahir 22 Juni 1945 melalui konsensus nasional," ujarnya.

Rizieq tidak memungkiri jika pada 1 Juni 1945 Ir Soekarno mengusulkan nama Pancasila sebagai dasar negara. Namun, saat itu yang disusun Soekarno sila ketuhanan berada di sila kelima, dan itu ditolak para ulama dalam sidang BPUPKI.

Setelah melalui perdebatan, lanjutnya, akhirnya Bung Karno menyetujui usulan para ulama dan Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya diganti menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa disimpan dalam sila pertama.

"Nah saya kritik itu soal rumusan pertama, dan penisbatan hari kelahiran Pancasila pada 1 Juni 1945," ujarnya. [ton]

Komentar

 
x