Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 14:20 WIB

KPK Periksa Legal Agung Podomoro Land

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 23 Juni 2016 | 11:17 WIB
KPK Periksa Legal Agung Podomoro Land
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Legal PT Agung Podomoro Land, Miarni Ang, Kamis (23/6/2016).

Sedianya Miarni akan dimintai keterangan terkait penyidikan kasus dugaan suap pembahasan dua Raperda reklamasi teluk Jakarta.

"Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka MSN (Muhamad Sanusi)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi.

Bersama pihak legal Agung Podomoro Land, penyidik juga memanggil saksi lain di antaranya adalah, Handry Husein, General Manager kredit dan Treasury PT Bank Mitraniaga. Kemudian dua orang swasta Ali Hanafi Lijaya dan Tekno Wijoyo.

"Mereka juga dimintai keterangan dalam kasus yang sama," ujar dia.

Selain memanggil saksi-saksi, penyidik KPK juga memanggil M. Sanusi. Dia akan dimintai keterangan sebagai tersangka penerima suap.

Kuat dugaan pemeriksaan terhadap Karyawan PT Agung Podomoro Land adalah untuk mendalami adanya aliran suap lain ke DPRD DKI Jakarta yang lain. Sebab, KPK menduga ada suap lain dari Pengembang reklamasi ke legislator DKI Jakarta.

Sebelumnya KPK memeriksa Sunny Tanuwidjaja. Sunny disebut-sebut menjadi perantara suap pembahasan dua Raperda reklamasi teluk Jakarta dari Presiden Direktur Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja.

Dikonfirmasi hal ini, Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengamini itu menjadi salah satu yang ditanyakan penyidik pada Sunny saat diperiksa.

"Dia diminta keterangan apakah dia mengetahui ada pemberian ke anggota DPRD dari pengusaha yang lain," kata Yuyuk saat dikonfirmasi, Senin (20/6/2016).

Namun, Sunny bukan hanya menjadi perantara suap dari PT Agung Podomoro Land ke DPRD DKI, dia juga diduga menjadi perantara suap PT Agung Sedayu Grup asuhan Sugianto Kusuma alias Aguan ke pihak yang sama.

"(menjadi perantara) Dari beberapa pengusaha," ujar Yuyuk.

Diketahui, kasus ini terungkap setelah KPK menangkap tangan Presiden Direktur Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja dan anak buahnya yang bernama Trinanda Prihantoro serta Ketua Komisi D DPRD DKl Jakarta, Mohammad Sanusi.

Ariesman dan Trinanda disangka telah memberikan suap kepada Sanusi sebesar miliaran Rupiah. Diduga, uang tersebut terkait Raperda tentang Reklamasi yang tengah dibahas di DPRD DKl Jakarta.

Suap diduga diberikan terkait pembahasan Raperda tentang Zonasi wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

Dua Raperda tersebut diketahui memuat aturan-aturan terkait proyek reklamasi dan menuai polemik dalam pembahasannya hingga berkali tertunda. Disinyalir pembahasannya mandeg lantaran terkait dengan aturan soal nilai tambahan kontribusi yang harus diberikan pengembang ke pemerintah sebesar 15 persen.

Diduga hal tersebut yang menjadi alasan penyuapan dari bos Agung Podomoro kepada pihak DPRD DKI Jakarta. Namun diduga terdapat anggota DPRD lain yang turut menerima suap. [rok]

Tags

 
x