Find and Follow Us

Selasa, 21 Januari 2020 | 14:08 WIB

Kawasan di Bali Ini Larang Taksi Uber dan Gojek

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Selasa, 19 Januari 2016 | 09:11 WIB
Kawasan di Bali Ini Larang Taksi Uber dan Gojek
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Badung - Saking geramnya terhadap sepak terjang Taksi Uber dan Grab Taksi, warga di wilayah Canggu, Badung, Bali, akhirnya melarang beroperasi taksi tanpa izin tersebut beroperasi dan mengambil penumpang.

Hal ini mereka lakukan untuk proteksi dini dan otonomi Banjar agar jasa transport diwilayah mereka bisa berjalan dan tidak direbut oleh jasa transport dari luar wilayahnya.

Ketua Canggu Batu Bolong Transport (CBBT) Wayan Tono menyatakan menolak keras Taksi Uber, Grab Taksi, dan Gojek, keluar masuk mencari penumpang di wilayah Canggu.

"Sampai kapanpun kita tetap menolak Taksi Uber, Grab Taksi, dan Gojek, beroperasi karena merugikan warga sekitar mencari nafkah di wilayah kita sendiri. Kita ingin generasi muda Canggu punya pekerjaan tetap, biar ke depannya memiliki inovasi dan pegangan hidup yang layak dan tidak hanya jadi penonton," ujar Tono, Selasa (19/1/2016).

Tono mengaku terbentuknya peguyuban Canggu Batu Bolong Transport atau disingkat CBBT dengan anggota ratusan warga Canggu itu berkat pengukuhan secara adat di Banjar Canggu. Pengukuhan resmi oleh Banjar Canggu ini dilakukan agar warga Canggu tidak seperti wilayah Kuta, Legian, dan Seminyak, yang diserbu jasa transport dari luar.

Hal ini dilakukan agar generasi muda dan warga di Canggu tidak menjadi pengangguran dan memiliki pekerjaan di bidangnya baik itu jasa transportasi.

"Orang bule ngitung dollar di wilayah kita, sementara kita hanya jadi penonton, apa tidak sedih kita. Langkah ini demi generasi muda, Canggu kedepan. Kita mau generasi muda dan warga di Canggu tidak menjadi pengangguran dan memiliki pekerjaan di bidangnya," ungkapnya.

Tono mengaku CBBT sebenarnya terbentuk sejak dahulu yakni puluhan tahun, tetapi belum terorganisir. Resmi terorganisir sejak 9 September 2014 dikukuhkan oleh Banjar Canggu.

Pelarangan Taksi Uber, Grab, dan Gojek, ini dilakukan dengan memasang plang larangan yang dipasang dengan ukuran besar di sejumlah titik jalan di wilayah Canggu.

Ia mengakui larangan keras itu mereka berlakukan sebagai langkah proteksi dini dan bentuk otonomi Banjar Canggu.

"Langkah tegas tolak Taksi Uber, Grab dan Gojek dicover dan dibackup sama banjar dan Desa Adat Canggu. Kita juga memiliki 2 pos pemantau yakni disimpang Ecobeach dan Batu Bolong. Kita berharap warga Canggu betul-betul bekerja profesional standar hotel dan transport," jelasnya.

Pelarangan Taksi Uber, Grab, dan Gojek, sambung Tono, juga sebagai bentuk proteksi dan pencegahan agar wilayahnya terbebas dari kemacetan. Selain itu, upaya ini ditempuh warga agar warga sekitar tidak hanya sebagai penonton namun sebagai pelaku dalam sektor pariwisata dan memiliki pekerjaan tetap baik sopir, satpam dan lainnya.

"Lagian banyak taksi atau transport bikin macet dan para sopir kadang berhenti maupun parkir semau perutnya aja. Kalau sudah macet dimana-mana maka kita sebagai orang lokalpun risih dan wisatawan pun tidak nyaman. Misalnya kalau ada warga kita sakit dan penyakit parah serta perlu penanganan segera, sementara macet dan tidak cepet penanganannya maka khan berbahaya," ucapnya.

Tono memaparkan jika di wilayah Canggu khususnya Canggu Batu Bolong memiliki mekanisme beroperasi dan keluar masuknya jasa transportasi. Ia mengaku pihaknya bersama warga sekitar tidak akan segan-segan menegur, memperingati, bahkan mengambil tindakan tegas jika pihak Taksi Uber, Grab, dan Gojek melanggar larangan yang telah warga adat sepakati agar tidak memasuki dan beroperasi bisnis menaikkan penumpang di wilayah mereka.

"Yang melanggar awalnya kita catet plat nomernya dan tegur baik-baik, namun jika berkali ngotot maka kita akan ambil tindakan tegas. Seperti beberapa waktu lalu kita sudah peringati dan pergoki berkali-kali dilarang keluar masuk mencari dan mengakut penumpang diwilayah kita, namun ia tetap ngotot masuk sehingga Handphone (HP) yang dipakai aplikasi mengambil para penumpang kita sita dan kasi teguran keras, eh dia tetap ngotot akhirnya mobilnya dihancurkan warga," tegasnya.

Langkah keras itu dilakukan lantaran Warga geram karena pelaku ngotot sehingga warga sekitar khususnya anak muda setempat mengambil tindakan keras. Pasalnya, awalnya para sopir Taksi Uber itu sudah dikasih saran baik-baik agar jangan beroperasi mencari penumpang di wilayah yang sudah disepakati warga pelarangan beroperasinya Taksi Uber dan Grab.

"Kita sebelumnya juga sudah wanti-wanti warga jangan arogan, namun warga yang kesal khan susah kita kendalikan. Itulah resiko kalau para sopir Taksi Uber ngotot dan melanggar larangan berkali-kali. Kejadiannya sekitar malam jam 21.00 hingga jam 22.00 malam, orangnya gundul tinggalnya di Hayam Wuruk Denpasar. Kita lakukan otonomi Banjar dan Desa. Saya peringati di wilayah Canggu jangan harap ambil tamu sampai kapanpun. Sesuatu yang sedikit arogan tapi berguna bagi warga dan generasi Canggu ke depan," pungkasnya. [rok]

Komentar

x