Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 4 Desember 2016 | 21:17 WIB
Hide Ads

Polisi Ungkap Isi Bahan Peledak Teror Sarinah

Oleh : Rayhan Purnama | Sabtu, 16 Januari 2016 | 03:00 WIB
Polisi Ungkap Isi Bahan Peledak Teror Sarinah
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Polisi memastikan bahan peledak yang digunakan dalam serangan bom di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat pada Kamis (15/1/2016) lalu berdaya ledak rendah atau low explosive.

"Kalau berdasarkan dari temuan TKP (tempat kejadian perkara) satu di Starbucks, kedua di pos polisi dan ketiga di halaman Starbuck kami mengumpulkan barang bukti itu dan menyimpulkan low explosive," kata Sekertaris Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, Komisaris Besar Budi Suryanto di Mapolda Metro Jaya, Jum'at (15/1/2016).

Ia merinci berdasarkan olah TKP awal di Starbucks, diketahui pemicu ledakan terdiri dari detonator, pembungkus bahan peledak, pemicu peledak yang terdiri dari kabel, isian bahan peledak serta switching.

Sedangkan, untuk ledakan di pos polisi, berdasarkan hasil olah TKP ditemukan tabung gas elpiji tiga kilogram sebagai pembungkus bahan peledak serta terdapat pemicu peledak yang dibuat dari kawat isi bohlam yang terpasang ke aki sepeda motor.

Selain mengisinya bahan peledak, pelaku juga memasukan paku, mur dan lempengan besi bulat di dalam alat peledak tersebut.

"Untuk peledak ini, butuh kekuatan besar dari baterai biasa. Itulah mengapa sangat membahayakan bagi orang di sekitar pelaku," katanya.

Sementara, peledak yang terdapat di dalam TKP Starbucks diketahui bahannya menyerupai dengan peledak yang ada di TKP sebelumnya, yakni pos polisi.

"Namun, untuk di lokasi ini cashing peledaknya terbuat dari pipa besi. Isinya ada paku, mur dan ada aki motor lalu pemicunya adalah isi bohlam lampu," jelasnya.

Ia menjelaskan bahan peledak tersebut mampu menimbulkan suara yang begitu keras karena tergantung dari banyaknya isi pembungkus bahan peledak tersebut.

"Makin banyak makin keras (suaranya) tetapi kualitas ledakan low explosive," tandasnya. [rym]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x