Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 26 Maret 2017 | 00:29 WIB
Hide Ads

Sohibul Iman Menangis Bacakan Puisi untuk Ibunda

Oleh : - | Senin, 21 Desember 2015 | 15:55 WIB
Sohibul Iman Menangis Bacakan Puisi untuk Ibunda
Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menangis saat membacakan puisi dalam peringatan Hari Ibu di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (21/12/2015). - (Foto: HUMAS DPP PKS)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman membaca puisi dalam peringatan Hari Ibu di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (21/12/2015).

Suasana haru memenuhi ruang acara saat ia menitikkan air mata dan terbata membacakan puisi yang ditulis sendiri olehnya untuk sang Almarhumah Ibunda.

"Puisi ini saya tulis persis di hari wafat Ummi, tepatnya setelah pemakaman. Saya masuk kamar dan mulai menuliskannya," kata pria yang akrab disapa Kang Iman itu sebelum membacakan puisinya, seperti terungkap dalam keterangan tertulisnya.

Kang Iman menuturkan pada bait keenam puisinya menceritakan proses wafat sang Ibu. Kala itu pertengahan November 2005, Kang Iman terus menerima telepon yang mengabarkan kondisi Ibunda. Sekitar pukul 10 pagi, Kang Iman menerima kabar duka saat berkantor di Universitas Paramadina.

"Ummi wafat dengan cara yang indah. Almarhumah tersenyum dengan Al Quran terbuka di sisinya. Saat itu di samping Almarhumah juga terdapat telepon rumah yang sering digunakan untuk menelepon putra-putrinya di pagi hari. Ummi dimakamkan selepas Ashar. Kami semua iri," lirihnya. [*]

Inilah puisinya Kang Iman untuk sang Ibunda:

UMMI

Semakin terasa nilai seorang Ibu,

rahimnya melingkupi denyut nadi dunia,

ada rasa hambar hidup tanpa dia

Ibulah yang membisikiku dengan suara hatinya

senantiasalah empati dan simpati pada penderitaan orang lain

Dia yang mengajariku dengan contohnya

bertegur sapa dan bermurah senyumlah kepada semua orang

Dia yang selalu mengingatkanku dengan bijak tentang kemuliaan

bukan harta, tapi ilmu dan kesahajaan

Di atas semua itu,

do'a-do'anya setiap saatlah yang mendatangkan kebaikan-kebaikan Allah kepada putra-putrinya

Dan kemarin, Allah melaluinya mengajariku tentang cara menjemput ajal yang baik

dengan senyum dan Alquran di sisinya

Ummi,

rehatlah di sisi Sang Kekasih,

kau telah menuntaskan tugas muliamu,

nikmatilah dekapan hangat Kekasih kita bersama

Tunggulah di surga-Nya,

putra-putri, menantu, cucu, cicit, handai taulan, dan karib-kerabat akan datang menyusulmu walau dengan bekal yang jauh lebih sedikit dari milikmu

Ummi,

kami akan berusaha meniru kebaikan-kebaikanmu, agar dapat berkumpul lagi di surga-Nya,

Amiin..

Tasikmalaya, 13 Syawal 1426 H / 15 Nopember 2005

Kami, yang kehilanganmu

Namun Ikhlas, karna kau bahagia di sisi-NYA

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x