Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 08:29 WIB

Nonton Ketoprak, Megawati Berikan Kenang-Kenangan

Oleh : - | Jumat, 27 November 2015 | 02:57 WIB
Nonton Ketoprak, Megawati Berikan Kenang-Kenangan
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menghadiri pertunjukan ketoprak dengan lakon "Bangun Majapahit" di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada Kamis (26/11/2015) malam.

Kehadiran Megawati didampingi oleh sejumlah pejabat negara lainnya, antara lain Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Try Sutrisno, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat.

Di dalam kesempatan itu, Megawati memberikan kenang-kenangan berupa karangan bunga kepada bintang tamu yang ikut serta dalam pertunjukan itu yakni Titiek Puspa, Butet Kertarajasa, Kies Slamet dan Bambang Pamungkas.

Karangan bunga diberikan Megawati yang didampingi putrinya, Puan Maharani saat semua pemain tampil ke atas panggung untuk memberikan penghormatan kepada penonton yang menandai berakhirnya pertunjukan.

Tak hanya kepada para bintang tamu, karangan bunga juga diberikan kepada ketua panitia Tuti Roosdiono dan sutradara Teguh Ampiranto alias Kenthus.

Pentas ketoprak yang berlangsung sekitar dua jam dan dimulai sejak pukul 20.30 WIB ini menceritakan pergantian tampuk kepemimpinan sejak Kerajaan Singosari, Kerajaan Dhaha hingga Kerajaan Majapahit.

Pergantian kepemimpinan tersebut diwarnai dengan intrik, peperangan hingga pembunuhan.Pembawa acara pagelaran ini yakni Dedi Gumelar alias Miing mengatakan pentas ketoprak ini memberikan pelajaran penting dalam segi kepemimpinan.

"Dalam perjalanan sejarah, terbukti kebenaran yang tampil sebagai pemenang," katanya dalam kesempatan tersebut.

Pentas ketoprak dibuka dengan adegan Raja Singosari Raden Kertanegara yang melihat petunjuk buruk melalui awan yang berarak di langit.

Ia segera mendapatkan kabar bahwa Singosari diserang oleh pasukannya yang dipimpin keponakannya sendiri yaitu Jaya Katwang.

Setelah menang pertempuran, Jaya Katwang melebur Kerajaan Singosari dengan Kerajaan Dhaha di Kediri yang dipimpinnya.

Putra Raden Kertanegara, Gayatri serta suaminya Raden Wijaya, Tribuana Tungga Dewa beserta sejumlah pemuda lain untuk meminta bantuan Adipati Sumenep Wiraraja.

Ahli strategi itu kemudian mengajak Raden Wijaya dan rombongan ke Kerajaan Dhaha untuk membangun kekuatan dari dalam hingga kemudian membangun Kerajaan Majapahit. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x