Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 05:35 WIB

Agar Hidup Tak Kering, Hasto Dengarkan Musik

Oleh : Abdullah Mubarok | Kamis, 26 November 2015 | 11:59 WIB
Agar Hidup Tak Kering, Hasto Dengarkan Musik
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mendengarkan musik menjadi hobi baru Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Bila biasanya, Hasto terlihat menenteng notepad, sekarang dia juga tak lupa membawa Bose Soundlink Mini Bluetooth Speaker. Alat ini merupakan sebuah speaker portable murah berukuran kecil tapi mampu mengalahkan speaker yang jauh lebih besar dari sisi detail suara yang dihasilkan.

Ini sudah lebih dari dua minggu. Hasto menceritakan sejatinya dia penikmat musik namun kesibukan di dunia politik, membuatnya lupa akan musik.

Sampai sekitar dua pekan lalu, Prananda Prabowo, putera Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, memberinya saran. Prananda Prabowo atau akrab disapa Mas Nanan, saat ini menjadi salah satu Ketua DPP PDIP.

"Mas Nanan mengingatkan saya. Agar hidup ini tidak terlalu kering. Kalimat Mas Nanan itu menginspirasi saya untuk kembali mengingat hobi lama. Mendengarkan musik. Sekarang Bose Soundlink mini ini selalu menemani kemanapun saya pergi," papar Hasto, Kamis (26/11/2015).

Seiring mendekatnya pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember mendatang, maka intensitas Hasto mengelilingi penjuru Tanah Air juga semakin tinggi. Berbagai daerah yang menyelenggarakan pilkada di datanginya. Kader di daerah pun menanti kehadirannya.

Hasto pun lalu mencoba mengingat dan mengumpulkan lagu-lagu lama kesukaannya. Dia mendownload lagu itu ke telepon genggamnya. Lagu dari berbagai genre yang dulu gemar disenandungkannya pun terkumpul. Mulai dari hits Michael Jackson, Bon Jovi, Celine Dion. Termasuk lagu-lagu abadi (evergreen) Engelbert Humperdinck.

"Lagu-lagu Indonesia pun banyak. Lagu Dan miliknya Sheila on Seven, Jika-nya Melly Goeslow dan lain-lainnya. Lagu Aku Melihat Indonesia milik Rodinda pun sering saya putar," ujarnya.

Untuk diketahui, Prananda Prabowo ikut berperan di band Rodinda, yang lirik lagunya sarat pesan kebangsaan.

"It Must Have been Love-nya Roxette sempat saya sukai. Ada kisahnya saat di Malioboro. Setiap lagu yang kita sukai tentunya ada kisahnya," ucap Hasto.

Bagi yang sudah kenal dengan Hasto, pastilah tahu Hasto merupakan fans berat Michael Learns to Rock (MLTR) dan band legenda Koesplus.

Dia bercerita saat masih murid SMP di Jogjakarta dia paling menyukai lagu slowrock dari band Jerman Scorpion berjudul Still Loving You.

"Kalo dari MLTR lagu favorit saya Thats Why You Go Away. Sebenarnya saya juga suka lagu 25 Minutes tapi nadanya sangat tinggi. Susah saya nyanyinya," kata Hasto terkekeh. Sementara lagu Koesplus yang disukainya berjudul Nusantara.

Pekan lalu, di dalam mobil, saat perjalanan sekitar lebih enam jam Surabaya Sumenep pulang pergi, Hasto nyaman mendengarkan musik. Usai memberi pengarahan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, sambil minum kopi di warung pinggir jalan, Hasto tak lupa untuk mendengarkan lagu. Hari ini, Sekjen PDIP itu di Sleman juga dalam rangka persiapan pilkada.

Kegemaran Hasto mendengarkan musik khususnya saat di dalam mobil ini sempat menjadi perhatian Eriko Sotarduga, Wakil Sekjen PDIP. "Baru-baru ini Pak Eriko kaget pas saya stel koleksi Pavarotti di mobil," ucapnya.

Di awal era 90an Hasto sangat menyukai lagu-lagu ciptaan Gombloh. Salah satunya lagu yang melegenda dan penuh pesan nasionalisme berjudul Kebyar-Kebyar.

"Di masa itu, saya suka banget mendengarkan Kebyar-Kebyar dan lagu kematian saat bangun tidur. Kombinasi paradoks ya," ujar Hasto sambil tertawa.

Hasto mengatakan dirinya mencoba mengelola partai sambil mendengarkan musik sebagai inspirasi.

"Saya antusias mengurus partai tapi saya tergugah dengan nasihat Mas Nanan agar hidup jangan kering. Saya memilih mendengarkan lagu. Mendengar lagu membuat saya menjadi energik," pungkas Hasto. [rok]

Tags

 
Embed Widget

x