Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 21:19 WIB

Instruksi Lepas Jilbab, Wali Murid SMKN Protes

Kamis, 19 November 2015 | 12:19 WIB
Instruksi Lepas Jilbab, Wali Murid SMKN Protes
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Kediri - Sebuah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kabupaten Kediri menginstruksikan siswinya yang berjilbab untuk melepas kerudungnya saat proses pengambilan foto ijazah. Kebijakan ini menuai protes wali murid.

Protes dilakukan oleh salah satu wali murid yang keberatan anaknya melepaskan jilbab saat pengambilan foto ijazah. Menurut wali murid, kebijakan sekolah melanggar hak siswi yang mengenakan jilbab.

Dialah Aroem Sulistiyo, salah satu wali siswi yang memprotes. Aroem berasal dari Desa di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

"Sebenarnya tidak ada alasan pihak sekolah memerintahkan siswi melepas jilbab saat foto. Menurut saya, memakai jilbab atau kerudung adalah hak dari setiap siswi yang menginginkannya," kata Aroem, Kamis (19/11/2015).

Aroem sangat menyayangkan kebijakan yang diambil sekolah. Telebih, perintah lepas jilbab tersebut diiringi dengan ancaman. Dimana, ancaman tersebut adalah siswi diminta membuat surat pernyataan apabila tidak bersedia melepas jilbab ketika proses pengambilan foto. Sedangkan risiko apabila tidak melepas jilbab ditanggung siswi masing-masing.

Pihak sekolah membenarkan perintah dan instruksi tersebut. Sekolah beralasan jika melepas jilbab, adalah untuk kepentingan siswi sendiri pada jangka panjang. Yaitu, untuk kepentingan alumnus nantinya jika hendak melamar ke suatu instansi atau meneruskan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Dimana, ada ketentuan foto yang mengharuskan daun telinga terlihat dalam foto ijazah. "Mengenai surat pernyataan, pihak sekolah membuat ini karena untuk mengantisipasi apabila siswi nantinya melakukan protes ke sekolah," kata Plt Kepala SMKN 1 Grogol, Masrukan.

Ia menambahkan, kejadian ini merupakan salah paham antara sekolah dengan wali murid. Sekolah berjanji akan mempertemukan kembali dengan para wali siswi guna meluruskan persoalan tersebut.

Sementara itu, wali murid berharap agar sekolah tidak mengucilkan bagi siswi yang tidak bersedia melepas jilbab. Sehingga, siswi masih bisa belajar dengan nyaman. [beritajatim]

Komentar

x