Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 08:49 WIB

Seruan FPI Atas Insiden di Tolikara Papua

Sabtu, 18 Juli 2015 | 12:47 WIB

Berita Terkait

Seruan FPI Atas Insiden di Tolikara Papua
Imam Besar FPI, Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) mengecam insiden pembakaran Masjid saat salat Idul Fitri, di Tolikara Papua, Jumat (17/7/2015). Atas insiden tersebut, FPI melayangkan seruan.

Seruan itu disampaikan Imam Besar FPI, Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, melalui akun Facebooknya di Muhammad Rizieq Syihab, Jakarta.

Ia menyerukan pemerintah, khususnya aparat pertahanan dan keamanan, yaitu TNI dan Polri, untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap para perusuh yang telah membakar Masjid dan menjarah pasar umat Islam di Papua.

Termasuk, seluruh pengurus Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Badan Pekerja Wilayah Toli-Papua yang telah memprovokasi masyarakat Kristen Papua melalui Surat Edaran tertanggal 11 Juli 2015 yang ditanda tangani Pdt.Navus Wenda dan Pdt.Marthen Jingga, yang melarang Perayaan Idul Fitri bagi umat Islam dan Pemakaian Jilbab bagi muslimah di seluruh Wilayah Tolikara-Papua.

"Begitu juga para MISSIONARIS ASING yang selama ini terlibat bekerja-sama dengan GIDI. Tangkap mereka!!!," tegas Rizieq.

Selain itu, Ia juga menyerukan agar jangan sampai lebih dari 2 x 24 jam, para perusuh dan para aktor intelektualnya serta misionaris asing yang terlibat, harus segera ditangkap.

"Sebelum para JIHADIS dari seluruh pelosok Tanah Air turun ke Papua untuk mengeksekusi mereka dengan prinsip : Luka dibayar dengan Luka, dan Darah dibayar dengan Darah, serta Nyawa dibayar dengan Nyawa," lagi Rizieq menegaskan.

Selanjutnya, Imam Besar FPI mengisyaratkan agar seluruh Laskar FPI se-Indonesia wajib siaga I. "Sehingga kapan saja diinstruksikan untuk ke Tolikara membela Agama, Bangsa dan Negara harus siap berjihad," tandasnya.

Diketahui, kasus pembakaran mesjid di Tolikara, Papua bermula saat umat Islam Karubaga Kabupaten Tolikara hendak menjalankan shalat Idul Fitri.

Pembakaran masjid yang dilakukan oleh sekelompok oknum yang mengatasnakan nasrani itu terjadi menjelang shalat Ied, sekitar pukul 07 00 WIT, Jumat (17/7/2015).

Umat Islam yang sedang khusyuk beribadah pun kaget dan langsung melarikan diri ke Koramil dan Pos 756/WMS untuk meminta perlindungan.

Saat umat islam berlari berhamburan, sekelompok massa itu membakar mesjid. Kepolisian setempat pun hingga kini masih menyelidiki kebakaran tersebut. Namun belum ada hasil yang signifikan. [mes]

Komentar

Embed Widget
x