Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 29 Agustus 2016 | 03:36 WIB
Hide Ads

Siswa SD Hamil 5 Bulan, Ini Penjelasan Risma

Oleh : - | Sabtu, 25 Oktober 2014 | 08:56 WIB
Siswa SD Hamil 5 Bulan, Ini Penjelasan Risma
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini - (Foto: inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Kasusnya pencabulan siswa kelas 6 SD di Tanjung Perak Surabaya yang tinggal di rumah petak bukan hal baru di Surabaya.

Sebelumnya Dewan Komite Sekolah Surabaya juga menemukan kasus yang sama juga terjadi terhadap siswi usia 16 tahun yang dicabuli teman dekat ibunya.

Hal ini juga dibenarkan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang melihat sebagian besar kasus pencabulan, trafficking hingga kekerasan terhadap anak dialami anak-anak yang tinggal di rumah petak maupun kos-kosan.

"Saya bersama tim saya disini memang juga melakukan penelitian kecil. Dimana hasilnya sebagian korban tinggal di rumah yang tak layak untuk pertumbuhan mereka. Bahkan beberapa kasus, dalam satu rumah yang sempit itu dihuni 4 kepala keluarga," ungkap Risma, saat mendengar ada kasus anak yang dicabuli bapaknya sendiri di rumah petak, Jumat (24/10/2014).

Banyaknya kasus dengan latar belakang hunian yang sama, membuat Risma pun terus meminta warga Surabaya baik warga asli maupun warga urban untuk lebih menyadari bahaya psikologi bahkan berbagai tindak kriminal lainnya bagi putra-putri mereka.

"Kemarin ada kasus begitu, kakaknya yang sudah menikah juga masih tinggal di satu rumah. Akhirnya saya suruh tinggal di Rusun. Sewanya juga tak mahal. Misalnya di lantai 1 sewanya hanya Rp 60 ribu sebulan. Lalu di lantai 2 sewanya Rp 50 ribu sebulan, sampai di lantai yang atas cuma Rp 20 ribu sebulannya," beber Risma.

Saat ini Pemkot Surabaya juga hampir menuntaskan pembangunan Rusun di Romo Kalisari, sedikitnya bisa menampung 900 kepala keluarga disana. Risma juga menghimbau masyarakat di rumah petak yang sudah tak layak huni, agar memilih sewa di rusun sehingga mereka bisa membesarkan anak-anak dilingkungan yang lebih kondusif. [beritajatim]

Tag

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x