Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 29 Agustus 2016 | 15:50 WIB
Hide Ads

Geruduk Dinilai Bentuk Reaktif Elit Politik

Oleh : Dedy Helsyanto | Minggu, 12 Oktober 2014 | 22:30 WIB
Geruduk Dinilai Bentuk Reaktif Elit Politik
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Elit politik pendukung Jokowi-JK yang menggagas Gerakan Duapuluh Oktober (Geruduk) agar masyarakat mendatangi Gedung DPR saat pelantikan Jokowi, dinilai bentuk tindakan yang reaktif.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampaw menyatakan gagasan Geruduk itu merupakan paranoid elit yang sebenarnya tidak diperlukan.

"Tidak mudah melakukan penjegalan terhadap pelantikan Jokowi. Kalau (penjegalan) juga dilakukan, itu akan mengalami problem konstitusional," ujar Jeirry di Jakarta, Minggu (12/10/2014).

Dia menjelaskan dari gagasan Geruduk ini justru menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat banyak.

"Khususnya bagi orang-orang yang memilih Jokowi, akan menjadi khawatir dengan 20 Oktober nanti," ujarnya.

Dengan begitu Jeirry menegaskan bahwa pelantikan Jokowi pada 20 Oktober nanti tidak akan terjadi apa-apa," Bagi yang paham akan biasa saja (menyikapai geruduk ini). Tapi bagi yang tidak paham, kan repot," tukasnya.

Seperti diketahui Ketua Pusat Informasi Relawan (PIAR) Jokowi-JK yang juga politisi Partai NasDem, Martin Manurung mengajak rakyat dan relawan Jokowi-JK untuk turut serta dalam Geruduk nanti. [ind]

1 Komentar

Image Komentar
ROHIMAN - Senin, 13 Oktober 2014 | 15:54 WIB
Kalah di dpr-mpr, koq malah manjadi ketakutan jagoannya tidak dilantik. sudah terlihat siapa yg membuat onar..?

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x