Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juli 2016 | 17:41 WIB
Hide Ads

Mantan Dirut Merpati Dapat Hak Terbang Timor Leste

Oleh : - | Sabtu, 11 Oktober 2014 | 12:36 WIB
Mantan Dirut Merpati Dapat Hak Terbang Timor Leste
Sardjono Jhony Tjitrokusumo - inilahcom
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ujug-ujug dipecat darI posisi Direktur utama PT Merpati Nusantara Airlines (PT MNA) oleh menteri BUMN Dahlan Iskan pada Mei 2012, ternyata tidak menyurutkan hasrat Capt. Sardjono Jhony Tjitrokusumo untuk terus berkiprah dalam percaturan industri penerbangan.

Seperti tidak mati angin, melalui perusahaan yang didirikannya bersama beberapa pengusaha dari Timor Leste yakni Leste Aviation, Jhony mendapatkan ijin untuk melayani penerbangan ke dan dari Timor Leste dengan menggunakan hak atau Traffic Right milik bekas wilayah Indonesia itu.

"Pak Jhony datang dan memaparkan sebuah program pembangunan industri yang berbeda. Approach nya bagus. Buat saya ini sangat baik ya, penting sekali bagi Pemerintah Timor Leste untuk memulai sebuah fondasi bagi berdirinya industri penerbangan di sini." Kata Fransisco Doatel Soares, Direktur Leste Aviation kepada wartawan, Sabtu (11/10/2014).

Fransisco mengatakan bahwa 14 frequensi yang ada akan dioptimalkan untuk sebesar besarnya kepentingan pergerakan manusia dan barang di Timor Leste, baik itu menuju ataupun dari Indonesia.

"Masih ada beberapa persiapan yang harus dilengkapi Leste aviation, jadi kami lengkapi dahulu, dan itu sepertinya tidak begitu sulit sebab hanya pelengkap saja" kata Fransisco.

"Ya, kita maksimalkan. Agar ekonomi kita (Timor Leste) membaik dan masyarakat terlayani dengan sempurna. Kalau manusia dan barang dapat terakses transportasi kan juga baik. Nanti kalau semua berjalan dengan lancar dan baik, Timor Leste untung, Indonesia juga untung, Pak Jhony juga untung." ujar pria yang lebih fasih berbahasa Portugis ini sambil tertawa dan mengakhiri pembicaraan.

Saat ini penerbangan sektor Denpasar-Dili dan sebaliknya dimonopoli oleh masakapai Sriwijaya Air. Itu terjadi sejak ditinggalkan oleh Merpati dan Batavia. Saat ini rute tersebut diincar banyak maskapai termasuk Airasia yang baru mau mendaftar dan Garuda Indonesia yang berencana akan terbang akhir Oktober tahun ini. [rok]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x