Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 Mei 2016 | 01:16 WIB
Hide Ads

Korupsi Penyelenggaraan Haji

SDA Masih Bisa Hirup Udara Segar

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 2 Oktober 2014 | 07:27 WIB
SDA Masih Bisa Hirup Udara Segar
Suryadharma Ali (SDA) - (foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Suryadharma Ali (SDA) nampaknya masih bisa menghirup udara segar. Sebab, KPK bulum memastikan kapan tersangka kasus dugaan korupsi ibadah haji itu ditahan.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyebut, pihaknya masih memerlukan keterangan saksi-saksi. Hal itu untuk melengkapi berkas penyidikan bekas menteri agama itu.

"Masih perlu saksi-saksi untuk diperiksa. Penegakan hukumnya kan membutuhkan waktu untuk itu," kata Bambang, di Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Padahal, sudah tiga bulan SDA dijadikan tersangka oleh KPK. Menurut Bambang, KPK sejatinya punya keinginan menahan SDA dengan cepat. Namun, penahanan SDA tidak bisa ditentukan kapan tepatnya harus ditahan.

"Pasti keinginan secepatnya. Cuma tidak bisa ditekan besok harus selesai, tidak bisa. Tapi kalau pemeriksaan tidak bisa," ujar dia.

KPK menetapkan Suryadharma Ali (SDA) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun anggaran 2012-2013 di Kementerian Agama.

Dalam penyelenggaraan ibadah haji yang menelan anggaran sampai Rp 1 triliun itu, SDA selaku menteri agama diduga telah menyalahgunakan wewenang dan melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

Atas perbuatan yang disangkakannya, SDA dijerat dengan pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto pasal 65 KUHP.

 

 

facebook twitter

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget