Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 25 Mei 2016 | 08:16 WIB
Hide Ads

Sindir Ahok, Fadli Zon: Kutu Loncat Harus Dibasmi

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 13 September 2014 | 16:00 WIB
Sindir Ahok, Fadli Zon: Kutu Loncat Harus Dibasmi
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon - inilahcom
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sindiran demi sindiran kembali dilayangkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, kepada Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Setelah menyebut Ahok sebagai politisi kutu loncat, kini Fadli menjelaskan arti dari kutu loncat, yang harus dibasmi.
Hal itu dikatakan Fadli Zon, dalam acara diskusi yang bertajuk "pemilihan kepala daerah untuk siapa?" di Cikini, Jakarta, Minggu (13/9/2014).
"Kalau saya baca di wikipedia, kutu loncat itu serangga kecil yang masuknya hama. Ini juga hama bagi demokrasi. Kalau kutu busuk itu, kutu luncat yang harus diberantas," kata Fadli.
Awal sindiran itu muncul, lantaran Ahok tidak sependapat dengan partainya yang menginginkan pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Dengan begitu, ia memilih mundur dari partai besutan Prabowo Subianto.
Padahal, kata Fadli, keinginan partai untuk membuat pilkada tidak langsung lantaran banyaknya politisi yang menjadikan partai sebagai kendaraan. Bukan sebagai tempat memperjuangkan kepentingan rakyat, dan akhirnya menjadi kutu loncat.
"Kalau seperti itu, partai bukan lagi memperjuangkan ideologi tapi malah jadi sewaan. Bukan wadah perjuangan untuk mensejahterakan rakyat," tegss Fadli.
Disisi lain, Fadli menyebut pelaksanaan pemilihan langsung dan tak langsung punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dengan itu, saat ada yang tak baik, maka harus diperbaiki.
"Tidak semua demokrasi melahirkan kesejahteraan. Negara otoritarian juga bisa sejahtera tapi bisa juga gagal. 10 Tahun wajar kalau kita evaluasi apa itu demokrasi," ujar Fadli. [gus]

 

 

facebook twitter

1 Komentar

Image Komentar
RICHARD KRISTIADI - Minggu, 14 September 2014 | 12:11 WIB
Kutu loncat kayak ahok itu masuk wilayah politisi bermental pengkhianat. ya tentu saja harus dinolkan.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget