Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 04:31 WIB

Bisa Memicu Terjadinya 'Chaos'

Pengumuman Kemenangan Kubu Jokowi Tidak Etis

Oleh : Edy Mulyadi | Kamis, 10 Juli 2014 | 16:25 WIB
Pengumuman Kemenangan Kubu Jokowi Tidak Etis
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Anton Tabah mengendus ada sejumlah keanehan pada Pemlihan Presiden kali ini. Puncak keanehannya adalah, pengumuman kemenangan yang terlalu dini oleh pihak pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Padahal, pemungutan suara baru saja satu jam berlalu.

Kepada INILAHCOM, jenderal polisi aktif yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini menyebut, pengumuman kemenangan yang dilakukan kubu Jokowi itu terlalu prematur. Sejak awal, para pakar dan analis politik mengingatkan, hitung cepat sebaiknya diumumkan setelah suara masuk sudah 100%. Pasalnya, Pilpres kali ini hanya diikuti dua pasangan.

"Apa yang dilakukan kubu Jokowi-JK sangat tidak etis. Mereka bukan cuma merasa sudah menang, tapi bahkan memproklamasikan kemenangannya secara demonstratif dan massif. Anda bisa bayangkan, bagaimana jika ternyata kemudian pengumuman resmi KPU (Komisi Pemilihan Umum) menyatakan sebaliknya? Apa tidak berpotensi menimbulkan chaos?" ujar anggota Dewan Pakar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Pusat itu.

Mantan ajudan Presiden Soeharto ini berharap, seharusnya semua peserta Pilpres bisa dan mau berpolitik dengan santun. Mereka harus menunjukkan budaya Indonesia. Jangan cuma bisa gembar-gembor tentang politik yang beretika, namun faktanya tidak mewujud dalam prilaku. Dengan begitu, demokrasi yang berbudaya Indonesia baru bisa benar-benar terwujud.

"Kita membutuhkan para politisi yang berpolitik yang berakhlak. Berpolitik yang berakhlak adalah taat hukum, taat azas, taat norma dan taat agama. Bukan berpolitik yang menghalalkan segala cara demi mencapai kemenangan dan kekuasaan. Orang-orang seperti ini tidak segan-segan menjadikan rakyat sebagai korban demi ambisi politiknya," papar jenderal yang juga muballigh ini. [*]

Komentar

 
x