Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Juli 2016 | 07:40 WIB
Hide Ads

Wakil Pimpinan Bank Kalbar Digarap KPK

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 23 Juni 2014 | 11:30 WIB
Wakil Pimpinan Bank Kalbar Digarap KPK
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelisik kasus dugan suap penanganan sengketa Pilkada Palembang dan pemberian keterangan palsu dalam persidangan.

Kali ini penyidik memanggil Wakil Pimpinan BPD cabang Kalbar Iwan Sutaryadi. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha ketika dikonfirmasi, Senin (23/6).

Bersama Iwan, penyidik juga memanggil frontliner Bank Kalbar cabang Jakarta Risna Harilianti, karyawan Bank Kalbar cabang Jakarta Rika Fatmawati, serta satu orang dari wiraswasta bernama Sugiono. Menurut dia ketiganya juga dimintai keterangan dalam kasus sama.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka," ujar Priharsa.

Seperti diketahui, Iwan sudah dicegah oleh KPK sejak 17 Juni 2014 lalu. Masa pencegahan itu berlaku sampai enam bulan ke depan.

KPK menetapkan Wali Kota Palembang Romi Herton dan istrinya Masyito sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan sengketa Pilkada Kota Palembang dan memberikan keterangan tidak benar di persidangan.

Romi dan Masyito disangka melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Keduanya diduga memberi atau memberikan sesuatu kepada hakim dengan maksud untuk mempengaruhi keputusan.

Selain itu, Romi dan Masyito juga diduga melanggar Pasal 22 jo Pasal 35 ayat (1) UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka diduga dengan sengaja memberikan atau tidak memberikan keterangan yang tidak benar. [rok]

Tag

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x