Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 18:04 WIB

Pekerja Joger di Bali tidak Dapat Jaminan BPJS

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Senin, 19 Mei 2014 | 08:53 WIB

Berita Terkait

Pekerja Joger di Bali tidak Dapat Jaminan BPJS
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Denpasar - Ratusan pekerja di perusahaan kaos Joger Kuta, Bali, belum dilindungi program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan. Padahal program ini berlandaskan hukum; UU No 24 Tahun 2011.

"Joger pusat oleh-oleh yang terkenal di Kuta itu sudah tiga kali kami datangi. Hingga kini mereka masih belum mau melindungi ratusan karyawannya dengan program BPJS Ketenagakerjaan. Pemiliknya bilang karyawannya sudah sejahtera, tidak perlu lagi jaminan sosial," kata Kabid Pemasaran Formal BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bali I, AA Karma Krisnadi, di Denpasar, Senin (19/5/2014).

Pusat oleh-oleh pabrik kata-kata Joger, ujar Agung, ada sekitar 300 orang karyawan yang dipekerjakan. Namun sayang, semua pekerjanya belum didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

"Pemilik Joger bilang hanya tunduk pada UUD 1945 dan tidak mau tunduk kepada UU No 24 Tahun 2011 tentang jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan, padahal ini merupakan kewajiban perusahaan dan hak para pekerja," jelas Agung.

Tidak bergabungnya para pekerja dengan program BPJS Ketenagakerjaan, sehingga para pekerja di pabrik kata-kata Joger kehilangan haknya. Antara lain jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua.

"Kami akan terus berupaya agar pihak Joger mau membayar perlindungan jaminan sosial kepada ratusan pekerjanya. Ini bisa dikenakan pidana karena ini sudah diatur dalam undang-undang yang disahkan negara," tandasnya.[yeh]

Komentar

x