Find and Follow Us

Jumat, 24 Mei 2019 | 07:07 WIB

Hubungan SBY-Megawati Jadi Sandungan Jokowi

Oleh : Iwan Purwantono | Rabu, 16 April 2014 | 05:07 WIB
Hubungan SBY-Megawati Jadi Sandungan Jokowi
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Hubungan Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa menjadi sandungan bagi Jokowi di pilpres nanti.

Peneliti senior The Founding Fathers House (FFH) Dian Permata mengatakan, kedua tokoh tersebut harus berdamai guna memuluskan Jokowi sebagai capres.

"Saya kira sudah waktunya kedua tokoh ini berjabat tangan," kata Dian kepada INILAHCOM, di Jakarta, Selasa (15/04/2014).

Kalau harmonisasi tidak segera terwujud, lanjut Dian, PDIP harus menanggung risiko politik yang cukup serius. Sebab, berdasarkan UU No 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pasal 7 mewajibkan izin presiden kepada kepala daerah yang maju menjadi capres atau cawapres.

"Karena buruknya hubungan, bisa saja SBY tidak kunjung berikan izin. Alhasil, Jokowi sebagai gubernur DKI harus mundur dulu. Agar bisa diajukan secara resmi sebagai capres ke KPU," terangnya.

Menurutnya, hubungan PDIP dan Demokrat bisa jadi memperbaiki pemerintahan Indonesia ke depan. Mengingat, ideologi partai tersebut tidak jauh berbeda.

"Sejauh ini kedua partai itu memang susah dipegang. Saya kira Demokrat dan PDIP tidak punya perbedaan yang mencolok, platform-nya sama. Kalau hubungan kedua pemimpinnya bisa cair, baru Indonesia hebat," ungkapnya.

Diketahui, memburuknya hubungan antara SBY dan Mega dimulai sejak 2004. Saat itu, Mega sebagai presiden merasa kecewa dengan SBY yang menjabat menkopulhukam. Mega kecewa karena SBY tidak terbuka ketika ditanya soal kesediaannya menjadi capres. [mes]

Komentar

x