Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 09:47 WIB

Ada Agenda Menangkan Jokowi Tapi Ingin PDIP Kalah

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 8 April 2014 | 03:03 WIB
Ada Agenda Menangkan Jokowi Tapi Ingin PDIP Kalah
Joko Widodo - inilahcom
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PDI Perjuangan harus tetap waspada dengan potensi kecurangan yang mungkin terjadi di Pileg April 2014. Pasalnya bukan tidak mungkin ada pihak yang ingin menjegal PDI Perjuangan.

Politisi PDI Perjuangan Fahmi Habcy mensinyalir ada upaya sistematis didaerah-daerah untuk mengkerdilkan suara PDI Perjuangan oleh parpol tertentu dengan jalan membangun isu dan pemahaman pulik untuk mendikotomikan kemenangan Jokowi dalam pilpres, dengan kemenangan PDI Perjuangan dalam pileg 9 april nanti.

"Logika 'Jokowi Yes, PDIP No' dengan memilih Jokowi saja dalam Pilpres tanpa memilih PDI Perjuangan dalam pileg 9 April bagaikan ingin mendapatkan sebuah 'bunga yang indah' tapi tidak mau lalui proses penanaman dan pemupukan yang baik," ujar Fahmi kepada INILAHCOM, Selasa (8/4/2014).

Menurutnya, harapan rakyat dan publik yang ingin Jokowi menang pilpres akan sulit terwujud tanpa melalui proses kemenangan besar PDI Perjuangan dalam pileg melebih 30 persen.

Fahmi menjelaskan, adanya agenda anomali politik elit parpol tertentu di Pemilu 2014. Agenda itu tidak menginginkan PDI Perjuangan menang signifikan dalam pileg 9 April, tapi juga tidak menginginkan capres yang diusung mereka menang pilpres Juli nanti.

"Pertarungan dalam internal tubuh parpol ini realistis dan meyakini bahwa capres yang diusungnya sulit memenangkan pilpres , tapi juga tidak siap jika harus kehilangan kesempatan masuk kembali dalam koalisi seandainya Jokowi memenangkan pilpres, "tandas aktivis 98 ini.

Ia menambahkan jika PDI Perjuangan bisa ditekan suara perolehannya dalam pileg nanti, akan membuat parpol ini membuat posisi tawar mereka dengan PDI Perjuangan dalam pilpres menjadi tinggi.

Bagi agenda perbaikan bangsa ini menjadi sangat tidak strategis, seandainya harapan rakyat saat ini bahwa koalisi kedepan yang dibangun adalah menyamakan platform Trisakti menuju Indonesia baru, dan meninggalkan "politik dagang sapi" yang dilakukan periode sebelumnya yang terbukti tak efektif.

"Publik harus memahami bahwa tidak ada kemenangan Jokowi dalam pilpres, tanpa kemenangan besar PDI Perjuangan 4 hari lagi. Dukungan publik dan rakyat pada PDI Perjuangan dalam pileg 9 April nanti menjadi "kunci harapan" bagi pencapresan dan kemenangan Jokowi dalam pilpres kelak, " pungkas Fahmi.[jat]

Komentar

x