Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 10:01 WIB

'Aku Rapopo', Puisi Sindiran untuk Prabowo

Oleh : Marlen Sitompul | Jumat, 4 April 2014 | 08:03 WIB
'Aku Rapopo', Puisi Sindiran untuk Prabowo
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Setelah beberapa kali mendapat serangan politik berupa puisi dari Partai Gerindra, puisi sindiran kepada Prabowo pun muncul.

Puisi berjudul 'Aku Rapopo' itu dikirim oleh pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti, yang diterima INILAHCOM, Kamis (3/4/2014).

Salah satu bait puisi itu berbunyi 'Aku bukanlah seorang jenderal berkuda. Tak tampak gagah nan berwibawa'. Sindiran ini jelas secara gamblang dialamatkan kepada calon presiden (capres) Partai Gerindra itu.

"Itu puisi orang yang nulis, jadi saya dapat kiriman," ujar Ikrar.

Menurut Ikrar, puisi itu sebagai bentuk dukungan kepada Jokowi atas serangan atau sindiran melalui puisi dan sajak yang dialamatkan kepada Jokowi.

"Jadi di situ (puisi) jawaban dari pantun untuk mendukung posisi Jokowi," kata Ikrar, ketika dikonfirmasi.

Berikut puisi lengkapnya:

Aku Rapopo

Aku bukanlah seorang jenderal berkuda
Tak tampak gagah nan berwibawa
Aku bukanlah seorang pengusaha punya banyak timbunan harta

Aku hanyalah orang desa. Tak pernah mimpi menjadi penguasa
Aku telah menjadi pemimpin keluarga
Dengan anak istri yang membuatku bangga

Aku tak memiliki media, tak sering pula membuat pariwara. Tapi aku selalu menjadi obyek berita.
Aku tak pandai bersyair, apa lagi syair bernada satir.
Tapi aku tahu rakyat Indonesia pandai berpikir.

Aku tak biasa berperang, apa lagi melawan jenderal berbintang. Bagiku rakyat adalah pemenang.

Aku Rapopo di bilang ikan kerempeng, kerempeng badan tambun pemikiran.

Aku Rapopo dibilang buaya, buaya kuat penegak keadilan.
Aku Rapopo dianggap wayang dan boneka, boneka rakyat dengan dalang Tuhan.

[mes]

 
x