Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Maret 2019 | 03:01 WIB

Harapan Terkikis, Prabowo Ingin 'Kuliti' Jokowi

Oleh : Marlen Sitompul | Jumat, 4 April 2014 | 02:03 WIB

Berita Terkait

Harapan Terkikis, Prabowo Ingin 'Kuliti' Jokowi
Ketua Umum Partai Gerinddra Prabowo Subianto, dan Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Setelah PDIP resmi mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres), harapan Prabowo Subianto untuk melenggang menuju Istana Negara mulai terkikis.

Penilaian itu disampaikan oleh pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti, kepada INILAHCOM, di Jakarta, Kamis (3/4/2014).

Menurutnya, Jokowi sebagai salah satu penghambat Prabowo menjadi orang nomor satu di Indonesia.

"Harapan dia (Prabowo) mulai terkikis, jadi jangan heran jika capres itu ingin 'menguliti' dan 'menggerus' Jokowi. Seseorang yang syahwat kekuasaanya sudah di ubun-ubun pelampiasannya jadi sangat negatif, ngomel-ngomel, bikin puisi dan berkampanye negatif yang tidak mencerdaskan bangsa," kata Ikrar.

Hal itu menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang mengatakan, serangan kampanye negatif kepada Jokowi jelang Pilpres 2014 cukup keras.

"Kampanye negatif atau pun kampanye hitam sangat keras dan sangat menonjol 2014 ini. Khususnya yang dilakukan oleh yang tidak ingin melihat PDIP dan Jokowi memenangi Pemilu 2014," lanjut Ikrar.

Memang, ia menilai pasca PDIP resmi mengusung Jokowi sebagai capres, elektabilitas capres dari partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014 secara serentak terperosok.

"Setelah Jokowi resmi maju, seluruh capres yang lebih unggul di beberapa survei pada 2012 dan 2013 secara otomatis turun drastis," jelas Ikrar.

Meski demikian, kata Ikrar, masyarakat Indonesia sudah cukup cerdas untuk memilih calon pemimpinnya ke depan.

"Tapi rakyat sudah pintar untuk menentukan pilihan yang layak memimpin Indonesia nanti," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, peneliti LSI, Adjie Alfaraby mengatakan serangan kampanye negatif kepada PDIP adalah soal melanggar komitmen perjanjian Batu Tulis, 'ingkar janji' Jokowi 5 tahun menjadi gubernur, isu korupsi ratusan busway yang rusak.

Selain itu, baru-baru ini Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menulis sebuah sajak untuk Jokowi berjudul "Sajak Seekor Ikan". Dan Fadli Zon juga menyerang PDIP lewat sebuah puisi berjudul "Menuju Indonesia Raya". [mes]

Komentar

x