Sabtu, 23 Agustus 2014 | 12:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Headline
PDIP Kick Balik Gerindra
Headline
Deklarator Pro Jokowi (Projo), Fahmi Habcyi - (foto: inilahcom)
SEBELUMNYA BERIKUTNYA
Oleh: Abdullah Mubarok
nasional - Rabu, 2 April 2014 | 01:01 WIB
Berita Terkait

Puisi "Rempong"

Pendukung PDI Perjuangan dan Joko Widodo atau Jokowi tak mau tinggal diam atas sindiran Partai Gerindra yang disuarakan lewat puisi.

Deklarator komunitas Pro Jokowi (Projo), Fahmi Habcyi menanggapi santai semua sindiran pihak Gerindra kepada PDI Perjuangan dan Jokowi.

Namun Projo juga menanggapi semua sindiran tersebut dengan sebuah puisi yang menggambarkan Partai Gerindra dan Prabowo sedang khawatir atas pencapresan Jokowi di 2014.

Dalam puisi balasan yang diterima INILAHCOM, Projo membuat sebuah judul yang agak nyeleneh yakni "Rempong".

Judul ini untuk menggambarkan situasi kebatinan Gerindra dan Prabowo yang khawatir melawan Jokowi di Pilpres 2014.

Berikut Puisi karya Fahmi Habcy menjawab Puisi dari Fadli Zon;

"REMPONG"

Seribu caci maki diungkap
Seribu sumpah serapah diucap
Sejuta cara membara
Sejuta siasat menjerat

Tapi. . . .

Sejuta doa melesat
Sejuta asa terangkat

Ini bukan perang pandawa dan kurawa
Juga bukan dunia samudera
Hanya 'perang kembangan' dalam pewayangan

Tak ada gurita juga paus hanya anak negeri mengabdi
Berikan cinta untuk negeri
Berikan bukti untuk sanubari

Sejarah tak mungkin dipungkiri
Sejarah juga tak akan lupa
Jejak diri terbawa mati
Jejak ilahi selalu abadi

Nyepi teringat Krisna berucap pada Arjuna : "Karmane Fardikaraste Mapelsyu Kadatyana" Lakukan tugas jangan hitung

untung rugi!

Bukankah kitab-Nya tertulis : Mereka berencana (jahat), Allah juga punya rencana (jahat), dan Allah sebaik-baiknya

perencana. . . .

Gitu aja kok rempong (repot) . .!

SEBELUMNYA BERIKUTNYA
Puisi "Rempong"

HIGHLIGHTS NEWS LAINNYA

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
Kawe2
Jumat, 4 April 2014 | 11:33 WIB
@Esha...apa pula yang dibanggain Prabowo?? bisa naik kuda??bisa culik aktivis mahasiswa??bisa berencana culik jenderal??mirip kelakuan penculik jenderal '65!!!kapan majunya Indonesia kalo punya pemimpin yang kental pemikiran OrBa...saatnya yang muda berbicara...rakyat menunggu pemimpin yang mau turun ke kampung bukan nunggang kuda macam ksatria kesiangan
ESHA
Jumat, 4 April 2014 | 08:59 WIB
Apa yg kalian banggakan dr JOKOWI?? apa bukti jokowi berhasil dlm mimpin ibukota selama ini?? selama kepemimpinan dia di JKT ga ada perubahan yg bisa dibanggakan, malah amburadul.. ngurus kota kecil aj ga beres2 apalagi mo ngurus negara besar... hadehh, anggaran negara bs2 habis buat blusukan kesana kesini naik pesawat.. apa yg kalian banggakan????????????????????????????
hendi
Jumat, 4 April 2014 | 07:24 WIB
PDIP harus lebih dewasa dan matang, jangan berbalas pantun (berbalas"puisi")dengan FZ, buang energi dan tak berdampak politis, malah akan menurunkan citra betapa rendahnya bermain politik model puisi ini. Prabowo adalah kekuatan yang bisa bersinergi dengan jokowi.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER