Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 20:25 WIB

Rachmawati Minta Perlindungan Hukum Mabes Polri

Oleh : Fahmi Alamsyah | Minggu, 15 Desember 2013 | 14:53 WIB
Rachmawati Minta Perlindungan Hukum Mabes Polri
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, telah mengirimkan sepucuk surat kepada Kapolri Jenderal Sutarman.

Dalam surat yang dikirimkan Sabtu (14/12/2013) siang, Rachmawati meminta perlindungan hukum berkaitan dengan pelanggaran hak cipta yang dilakukan produser Ram Jethmal Punjabi dan Hanung Bramantyo dalam pembuatan film Soekarno.

Di dalam surat itu, Rachma menjelaskan kronologi kasus pencurian karya cipta yang sedang ditangani Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan Polda Metro Jaya.

"Ide pembuatan film mengenai Bung Karno ini berasal dari Mbak Rachma (Rachmawati). Beliau menyutradarai opera Dharma Githa Maha Guru mengenai Bung Karno pada tahun 2011 dan 2012 di Taman Ismail Marzuki. Selain opera, Mbak Rachma punya obsesi lain mengangkat kisah kehidupan Bung Karno dan perjuangan bangsa Indonesia ke layar lebar," ujar jurubicara Rachma, Teguh Santosa, dalam keterangan yang disampaikan, Minggu (15/12/2013).

Rachma dengan Hanung dan Ram Punjabi sempat bertemu dan mempelajari skenario dari Rachma tersebut. Sayangnya, jelas Teguh, Hanung dan Ram justru tidak melibatkan Rachma dalam perjalanan selanjutnya.

"Lalu Mbak Rachma dipertemukan dengan Ram Punjabi dan Hanung Bramantyo. Tapi dalam perjalanannya Mbak Rachma ditinggalkan," sambungnya.

Dalam perjalanannya, setelah membedah dua naskah skenario, pihak Ram Punjabi dan Hanung Bramantyo meninggalkan Rachmawati dan memulai produksi.

Kasus pelanggaran hak cipta ini telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Tiga saksi ahli telah diperiksa, dan mereka membenarkan unsur pelanggaran karya cipta.

Selain itu, Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam surat bernomor 93/Pdt.Sus-Hak Cipta/2013/PN. Niaga Jkt.Pst telah memerintahkan penyitaan master film serta melarang melanjutkan pemutaran film itu di bioskop.

"Mbak Rachma juga bertanya kepada Kapolri apakah Ram Punjabi dan Hanung Bramantyo kebal hukum karena faktanya hingga hari ini film itu masih ditayangkan di bioskop," demikian Teguh. [gus]

Komentar

x