Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 26 Juni 2016 | 06:03 WIB
Hide Ads

Tiga Saksi Perkuat Pencemaran Nama Baik Misbakhun

Oleh : Agus Rahmat | Rabu, 4 Desember 2013 | 20:15 WIB
Tiga Saksi Perkuat Pencemaran Nama Baik Misbakhun
Mantan anggota DPR M.Misbakhun - (Foto : inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Tiga saksi yang meringankan atau a de charge yang diajukan Benny Handoko justru kuatkan dakwaan Jaksa.

Saksi yang dihadirkan makin menguatkan adanya pencemaran nama baik terhadap M.Misbakhun.

Menurut JPU Hayin Suhikto, pihaknya belum bisa memberi pendapat atas substansi pernyataan para saksi a de charge yang diajukan terdakwa.

Keterangan para saksi itu akan disinkronkan dengan keterangan para ahli yang sudah lebih dahulu dipanggil ke pengadilan.

Walau begitu, JPU Hayin meyakinkan bahwa dakwaan jaksa soal pencemaran nama baik oleh Benny memang benar adanya.

"Tadi jelas disampaikan pemberitaan yang jadi dasar tindakan terdakwa memang betul ada. Diakui terdakwa juga bahwa tulisan di twitter itu tulisan terdakwa. Itu intinya," urai Hayin.

JPU yakin, keterangan para saksi yang dihadirkan, bisa menjerat Benny.
"Dengan keterangan-keterangan ini, jadi terbukti benar dia (terdakwa) memang menuliskan pendapat itu," lanjutnya.

JPU Hayin menyatakan, keterangan para saksi tersebut dianggap sudah cukup dalam hal pengajuan saksi-saksi.

"Pembuktian dari kami sudah cukup. Saksi di BAP sudah diperiksa di pengadilan. Menurut kami sudah cukup," ujar Hayin.

"Kalau soal putusan PK atas Misbakhun oleh MA, kan sudah jelas putusannya bebas dan yang bersangkutan tak bersalah. Tak perlu dibuktikan di pengadilan lagi," lanjutnya.

Ketiga saksi yang dihadirkan di PN Jakarta Selatan, dalam dugaan pencemaran terhadap mantan anggota DPR M.Misbakhun, Rabu (4/12/2013), adalah Fajrul Rahman, Robertus Robert, dan L.R. Baskoro.

Fajrul menjelaskan bahwa dia mengikuti 'debat' yang melibatkan Benny dan Misbakhun di twitter yang berujung pelaporan itu. Menurutnya, 'debat' seperti itu biasa terjadi.

Apalagi, menurut Fajrul, dirinya tahu bahwa pernyataan pemilik akun twitter @benhan ini menyebut Misbakhun sebagai perampok Bank Century dari pemberitaan Majalah Tempo. Saat dicecar Jaksa darimana dirinya tahu soal itu, Fajrul mengaku tahu dari tweet seseorang di twitter.

Dia juga mengaku pernah menawarkan agar baik Benny maupun Misbakhun melanjutkan debat di televisi dengan dimoderatori dirinya. Namun rencana itu gagal karena Misbakhun sudah melaporkan Benny ke Kepolisian.

Saksi kedua yang dihadirkan Robertus Robert yang menyatakan bahwa perdebatan antara Benny dan Misbakhun adalah hal biasa di twitter.

Sementara L.R. Baskoro, seorang Redaktur Hukum di Majalah Tempo, menceritakan bahwa benar pihaknya pernah mengangkat laporan soal kecurigaan atas proses PK Misbakhun yang janggal.

Laporan Tempo itu yang kemudian dijadikan dasar bagi Benny untuk menyebut Misbakhun sebagai perampok Bank Century.

Oleh Ketua Majelis Hakim Soeprapto, persidangan ditunda hingga minggu depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli meringankan lainnya dari pihak terdakwa.[man]

 

 

facebook twitter

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget