Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 29 Mei 2016 | 14:34 WIB
Hide Ads

Kredit Fiktif Bank Mandiri, Kejagung Tangkap Rudi

Oleh : Anton Hartono | Rabu, 4 Desember 2013 | 01:38 WIB
Kredit Fiktif Bank Mandiri, Kejagung Tangkap Rudi
(Foto : ilustrasi)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Satuan Tugas Kejaksaan Agung bersama tim Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menangkap mantan Commercial Bank Mandiri Jakarta, Rudi Wibisono yang terlibat kasus korupsi kredit fiktif.

Terpidana Rudi merupakan buronan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Jaksel.

Kapuspenkum Kejagung, Setia Untung Arimuladi menjelaskan penangkapan Rudi dilakukan di Putri Indah Estate Jl Raya Gunung Putri Bogor pada Selasa (3/12/2013) petang.

"Terpidana Rudi langsung dibawa ke Kejari Jaksel untuk tandatangan Berita Acara Eksekusi untuk selanjutnya dibawa ke LP Sukamiskin, Bandung," katanya, Selasa (3/12/2013).

Menurutnya, penangkapan Rudi merupakan pelaksanaan eksekusi atas putusan MA/Kasasi No.1882K/Pid.Sus/2010 tanggal 24 September 2010. Dan amar putusan tersebut menetapkan Rudi dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara.

Kasus ini bermula saat PT. Karya Putra Powerin dengan Dirut Agus Wijayanto Legowo dan Komisaris Hesti Andi Tjahyanto alias Ica Soelaiman, mengajukan permohonan kredit pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x7 MW di Sampit, Kalimantan Tengah.

Namun diketahui pengajuan kredit itu melampirkan dokumen fiktif. Dan Rudi selaku Commercial Banking Center Manager Bank Mandiri Thamrin, Jakarta, saat itu menyetujui pengajuan kredit senilai Rp 43.994.310.000 yang juga merupakan nilai kerugian yang dialami negara.

Sedangkan, untuk pemohon kredit, Agus Wijayanto Legowo dan Hesti Andi Tjahyanto alias Ica Soelaiman, telah dilakukan eksekusi pada awal tahun 2013.[jat]

 

 

facebook twitter

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget