Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 28 Mei 2016 | 01:02 WIB
Hide Ads

Kemesraan Mega-Jokowi, Sinyal PDIP untuk 2014

Oleh : Ajat M Fajar | Sabtu, 30 November 2013 | 23:30 WIB
Kemesraan Mega-Jokowi, Sinyal PDIP untuk 2014
Megawati dan joko Widodo - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - PDI Perjuangan menyadari elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sangat tinggi dalam hasil survei. Capres 2014. Namun PDI Perjuangan tak mau terburu-buru menetapkan Jokowi sebagai Capres 2014.

"Ini bukan soal berani atau tidak, karena PDIP menyadari betul harapan masyarakay harus jadi dasar. Karena PDIP itu menetukan Capres itu berbasis kepada ideologi dan ketepatan calon," ujar Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2013).

Menurutnya, dasar yang akan digunakan PDI Perjuangan dalam menetapkan Capres 2014 berdasarkan hasil survei. Sebab itu merupakan cerminan dari harapan masyarakat. "Harapan masyarakat itu salah satunya hasil survei," katanya.

Ara panggilan akrab Maruara menjelaskan, PDI Perjuangan sudah memiliki keputusan tersendiri dalam menetapkan Capresnya di 2014. Keputusan itu sudah ditetapkan pada Kongres ke-III di Bali.

"Kongres pertama dan kedua itu mencalonkan ibu Mega, kongres ke III di Bali keputusannya diberi kewenangan pada bu Mega untuk bisa menentukan Capres secara konstitusional. Kita yakin bu Mega akan memutuskan yang tepat," jelasnya.

Ara mengatakan, Capres yang akan ditetapkan oleh PDI Perjuangan haruslah kader ideologis. Sebab kader itu akan menerima keputusan apapun yang dari pimpinan parpol. Hal inilah yang sedang ditunjukkan oleh Megawati dengan Jokowi yang masih mesra saat hadir dalam diskusi di Universitas Indonesia (UI) Salemba.

"Jokowi itu kader ideologisnya bung Karno dan bu Mega. Kita mendapatkan contoh kader ideologi dari hubungan Mega dan Jokowi," terangnya.

Namun Ara membantah jika kemesraan Mega dan Jokowi hari ini adalah sinyal jika PDIP akan mengusung Jokowi sebagai Capres 2014. "Di PDIP itu tidak ada koder-kadean, kita semua taat kepada keputusan," tandasnya.[bay]

 

 

facebook twitter

2 Komentar

Image Komentar
TONI - Minggu, 1 Desember 2013 | 22:19 WIB
Pokoknya jokowi capres...wakil kalo bisa mahfud md atao abraham samad...mantap
Image Komentar
GUNAWAN - Minggu, 1 Desember 2013 | 00:39 WIB
Keinginan rakyat indonesia jokowi presiden 2014-2024, sdh tdk sabar lagiii

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget