Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 1 Februari 2015 | 04:06 WIB
Hide Ads

Panggil Dubes, Akhir Hubungan Indonesia-Australia?

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Senin, 18 November 2013 | 17:45 WIB

Berita Terkait

Panggil Dubes, Akhir Hubungan Indonesia-Australia?
Duta Besar (Dubes) RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema - (foto: istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah RI memanggil Duta Besar (Dubes) RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, agar kembali ke tanah air. Akhir hubungan Indonesia dan Australia?

Penarikan Dubes RI untuk Australia ditegaskan Menlu Marty Natalegawa, disela-sela konfrensi pers di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Senin (18/11/2013).

Menurutnya, keputusan menarik pulang Debes Indonesia untuk Australia merupakan reaksi atas pemberitaan penyadapan yang dilakukan badan intelijen Australia, Directorate Signals Defense (DSD) terhadap kepala negara, Presiden SBY, serta beberapa pejabat tinggi lainnya.

"Kita memutuskan memanggil pulang duta besar di Canberra untuk melakukan konsultasi dengan pemerintah," ungkap Marty.

Marty belum bisa memastikan apakah pemanggilan ini sebagai bentuk lain dari penarikan Dubes Indonesia di Australia.

Namun Marty menegaskan Nadjib yang selama ini menjabat Dubes RI untuk Autralia akan tetap berada di tanah air dalam waktu yang lama.

"Saya tidak bisa katakan apakah satu hari atau dua hari. Yang jelas kami lakukan evaluasi dan konsultasi hari per hari," jelasnya.

Aksi penyadapan oleh Australia kembali dibongkar. Harian Sydney Morning Herald (SMH) dari Australia dan The Guardian dari Inggris, terbitan Senin (18/11/2013), mengungkap penyadapan lain.

Penyadapan itu tidak hanya ke ponsel yang digunakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tetapi juga ponsel Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Wapres Boediono. Penyadapan juga terhadap sejumlah menteri kabinet Indonesia.

Berdasarkan laporan tersebut, selain Presiden SBY, penyadapan juga dilakukan tokoh lain seperti, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wapres Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, Jubir Presiden Dino Patti Djalal, mantan Menpora Andi Mallarangeng, Hatta Rajasa (saat menjadi Mensesneg), Sri Mulyani (saat menjadi Menteri Keuangan), Widodo AS (saat menjadi Menko Polhukam), dan Sofyan Djalil (saat menjadi Menkominfo). [gus]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

86807

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.