Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 03:55 WIB

Warga Bali Berebut Uang dalam Tradisi Mesuryak

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Sabtu, 2 November 2013 | 13:47 WIB

Berita Terkait

Warga Bali Berebut Uang dalam Tradisi Mesuryak
inilah.com

INILAH.COM, Tabanan - Warga di Desa Bongan, Kabupaten Tabanan, Bali, memiliki ritual unik disebut mesuryak untuk merayakan Hari Raya Kuningan. Upacara menyebarkan uang yang kemudian diperebutkan warga ini diyakini sebagai pengantar para leluhur kembali ke alam surga.

Kepala Dusun Adat Bongan Gede I Made Wardana menyatakan tradisi mesuryak dengan menyebar sejumlah uang itu dilakukan setiap Hari Raya Kuningan yang di rayakan setiap 210 hari oleh umat Hindu di Dusun Adat Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.

"Kami meyakini leluhur pulang saat Tumpek Kuningann maka kami mengantarkanya dengan bersorak-sorai sambil melemparkan uang. Tradisi ini bertujuan untuk mengantarkan roh leluhur kembali ke surga loka dengan 'mesuryak' atau bersuka cita dengan cara menyebarkan uang," ujar Wardana, usai menggelar tradisi mesuryak di Tabanan, Bali, Sabtu (2/11/2013).

Uang dalam berbagai pecahan rupiah menjadi rebutan warga, mulai lembaran Rp 1.000 hingga Rp 100.000. Begitu uang dilempar, warga langsung berebut dan tak jarang mereka saling sodok. Semua kalangan khususnya anak-anak dan remaja selalu menanti tradisi ini karena mereka berkesempatan mendapat uang yang disebar oleh warga.

Ritualini, sambung Wardana, merupakan puncak dari perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan di kampungnya. Tradisi melempar uang ini untuk mengantarkan para leluhur setelah sepuluh hari turun dari surga selama perayaan Galungan.

"Tradisi turun-temurun dengan melempar uang ini juga memiliki makna kemakmuran. Uang disimbolkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widi. Tradisi mengantar leluhur ini juga dikenal dengan istilah ngulihang," imbuhnya.

Menurut Wardana, jaman dahulu tradisi mesuryak dengan mengunakan uang kepeng. Seiring perkembangan jaman diganti dengan nominal Rp 1000 hingga Rp 100.000. Tradisi mesuryak selalu ditunggu warga untuk mendapatkan rezeki tambahan.

"Bahkan dari keluarga yang mampu dengan menghambur hamburkan uang sampai puluhan juta rupiah sehingga secara otomatis luapan kegembiraan semakin seru mengundang warga lainya dari semua umur dalam hujan uang itu," ujarnya. [rok]

Komentar

Embed Widget
x