Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 3 Juli 2015 | 04:28 WIB
Hide Ads

Bunda Putri dan Bunda Daging Warnai Sidang LHI

Oleh : Firman Qusnulyakin | Jumat, 25 Oktober 2013 | 06:09 WIB
Bunda Putri dan Bunda Daging Warnai Sidang LHI
Terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq - (Foto: inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Belum tuntas terkuak sosok Bunda Putri dalam perkara dugaan suap terkait penentuan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Kini muncul kembali istilah "bunda" yang lain.

Tetapi, istilah bunda kali ini muncul dengan tambahan kata "daging" atau "bunda daging" dan "mbah putri daging".

Istilah tersebut muncul dalam rekaman pembicaraan hasil sadapan antara saksi Budiyanto selaku Ketua DPP PKS bidang Pengembangan Kepemimpinan dan saksi Ahmad Zaky, Sekretaris Pribadi Luthfi, yang diputar dalam sidang dengan terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (24/10/2013) malam.

Dalam pembicaraan tersebut, Zaky menyebut "bunda daging atau mbah putri daging" kepada Budiyanto. Terkait, data atau penentuan kuota di Kementerian Pertanian.

Tetapi, ketika dikonfirmasi tentang bunda daging oleh Jaksa tersebut, Budiyanto mengaku tidak tahu.

"Saya juga tidak tahu (bunda daging). Saya tidak katakan bunda daging atau kuota daging. Mungkin waktu saya cerita tentang kuota buah, pak Zaky cerita pengalaman beliau yang beliau berinteraksi di kementerian pertanian," kata Budiyanto.

Demikian ketika ditanyakan perihal identitas bunda daging tersebut, Budiyanto mengatakan tidak tahu dan menurutnya mungkin di daging ada bundanya.

"Bunda daging ini, orang yang kuasai soal kuota daging," jawab Budiyanto.

Seperti diketahui, Istilah bunda memang kerap muncul dalam sidang perkara ini. Sebelumnya, ada istilah bunda yang mengacu pada Elda Devianne Adiningrat, seorang komisaris PT Radina Niaga.

Kemudian, ada juga istilah Bunda Putri yang kemungkinan besar merujuk ke Non Saputri, istri salah satu dirjen di kementan. [mes]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.