Sabtu, 23 Agustus 2014 | 20:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Warga Sidoarjo Larang Jemaah MTA Gelar Pengajian
Headline
(Foto: beritajatim.com)
Oleh:
nasional - Sabtu, 19 Oktober 2013 | 18:45 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Sidoarjo - Puluhan warga Desa Siwalan Panji mendatangi kantor MTA (Majlis Tafsir Alquran) di Jalan Lingkar Timur KM 2,3 Desa Siwalan Panji Kecamatan Buduran Sidoarjo, Sabtu (19/10/2013). Warga protes dan keberatan atas kegiatan pengajian rutin setiap Sabtu yang melibatkan jamaah MTA Sidoarjo dan Surabaya.

Jemaah lantas tidak diperbolehkan mengaji di lokasi tersebut. "Warga keberatan dan kegiatan MTA harus dihentikan di Siwalan Panji," teriak warga.

Melihat warga yang berdatangan, sekitar 60 jamaah MTA yang berdatangan mulai siang itu akhirnya mengurungkan niatnya. Setelah perundingan, jemaah pun membubarkan diri.

Dalam perundingan pimpinan MTA Agus Suprayitno dengan Forpimka (Forum Pimpinan Kecamatan) disepakati segala bentuk kegiatan MTA harus dihentikan di Desa Siwalan Panji. "Kami kecewa, mau mengaji mendalami isi Alquran dilarang," ujar salah satu jamaah yang mengaku akan pindah mengajinya di Surabaya.

Setelah perundingan, disepakati pengajian tidak digelar. Pihak MTA berencana akan melakukan gugatan. "Ajaran kami tidak sesat. Pengajian yang dilakukan jamaah, mengkaji isi kandungan Alquran," terang Agus. [beritajatim]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
10 Komentar
jevry
Kamis, 7 November 2013 | 11:30 WIB
Kalo orang tau agama seharusnya orang islam yg GAK SHOLAT yg di urusi, ITU HANYA POLITIK PETINGGI PEMUKA AGAMA YANG TAKUT KEHILANGAN JOB NGAMEN BERKEDOK DAKWAH.
siswadi
Senin, 4 November 2013 | 08:23 WIB
Salut pada jajaran MTA walau sudah di dholimi / difitnah . para pengurusnya mengkoordinir agar jamaahnya tetap menahan diri, karena orang MTA menggunakan akal sehat. pentol pentol pendemo mbok Tabayun/ cross cek. gk takut kalian dilaknat allah, MTA dilindungi pemerintah ijinnya beres, legal peresmian oleh wakil presiden , baru baru ini juga didatangi mentri koor, bid ekomi, MUI juga tak masalah. coba renungkan dg hati yang bening
budi
Selasa, 29 Oktober 2013 | 11:13 WIB
Monggo buat saudara2 warga nahdiyin...perlu direnungkan lagi...mosok ngaji di tempat sendiri, biaya sendiri, ndak ngrusuhi amalan orang..kok dilarang...Terus praktek pelacuran, perjudian, dibiarkan? smoga saudara2 dr nahdiyin makin pinter dan cerdas..
Herman Maulana
Selasa, 29 Oktober 2013 | 00:12 WIB
Kalo tidak busuk apa yang diajarkan MTA,mana mungkin massa marah,,,kajian dan pemahaman wahabi..pemeroduk Jihad Nikah...dlll
zona
Senin, 28 Oktober 2013 | 18:27 WIB
santri ra mutu...wong ngaji Al quran - Hadist kok dibubarkee...beda aqidah dah ada dari dulu Broo lagian MTA bukan aliran sesat... ..!MTA maju terus,nggak udah gentar,tetap istiqomah
KUSUMO HADI
Senin, 28 Oktober 2013 | 09:19 WIB
Itulah kebodohan orang2 NU, Kyainya banyak jadi provokator, banyak jadi kroni yahudi dan nasrani tapi musuhi ibadah islam yg benar. dasar ahli kuburan dan senangnya tahlilan pada orang kesusahan pada orang2 yg keluarganya kematian...
thiusbjm
Selasa, 22 Oktober 2013 | 05:13 WIB
sempurna sudah, sempurna, sempurna na na na !!! buah dari provokator mulut mulut KOTOR warga NU yg masih bening hati, jangan terpengaruh ingat kajian kita : jika salah menyikapi alquran tunggu LAKNAT dari ATAS-TENGAH-BAWAH !!! umpur lapindo, peringatan dari bawah, dari atas DOSAnya pasti !!! dari tengah kita direndahkan sesama mahluq Allah. sempurna sudah, sempurna na na na !!! buah pemecah belah agama. astagfirullah,...
Ki Sambang Dalan
Senin, 21 Oktober 2013 | 09:36 WIB
kalau hal tersebut terjadi di tempatku, nyawa aku taruhkan untuk melawan mereka.....
ank.kanto25@yahoo.com
Minggu, 20 Oktober 2013 | 07:50 WIB
alasannay kenapa tuh warga sidoarjo melarang kegiatan rutin pengajian, jd pengen tau.
dori
Sabtu, 19 Oktober 2013 | 21:44 WIB
NU pluralisme palsu....tujuan pluralismenya hanya uang dan cari muka
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER