Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 6 Maret 2015 | 21:06 WIB
Hide Ads

Bongkar Korupsi di Banten Melalui Adik Ratu Atut

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 8 Oktober 2013 | 13:48 WIB
Bongkar Korupsi di Banten Melalui Adik Ratu Atut
(Foto: inilah.com/ilustrasi)

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai penangkapan Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan bisa dijadikan pintu masuk KPK dalam pengusutan kasus korupsi di Banten.

"Yang paling penting dalam kasus tertangkap tangan atau hal yang berkaitan dengan Gubernur (Gubernur Banten Ratu Atut) dan adik Gubernur juga. Maka jadi kewenangan dan tugas KPK membuka seluas-luasnya soal koruspi di Banten," ujar Pramono di Gedung DPR, Senayan, Selasa (8/10/2013).

KPK diharapkan tidak terpaku kepada kasus penyuapan Akil Mochtar saja. KPK bisa membongkar dugaan kasus korupsi yang terjadi di Banten melalui Wawan.

"Itu juga bisa lakukan investigasid didalam, persoalan dana hibah, sehingga dengan demikian, saya tidak lihat dinasti politik. Tapi persoalan korupsi di Banten, ini jadi pintu masuk bagi KPK," tandasnya.

KPK menetapkan Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan sebagai tersangka atas kasus penyuapan Ketua MK nonaktif Akil Mochtar dalam kasus pemilihan kepala daerah di Lebak, Banten.

Wawan merupakan adik kandung dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. KPK juga meminta Direktorat Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk mencekal Ratu Atut untuk pergi ke luar negeri. [rok]

Berita Terkait Lainnya

2 Komentar

Image Komentar
RADEN ABDURACHMAN - Jumat, 11 Oktober 2013 | 13:42 WIB
Kepada kpk+ma+mk+tni+polri+pengacara dll, mohon usut tanah saya yg ada di banten,tangerang,ulujami,cileduk. & semua atas nama saya & saat ini kami semua menderita. semoga hak waris anak cucu saya kembali,terima kasih kepada bpk.dr.bambang sudirmanto sh, bpk arie kuncoro, alm.bpk abdullah jufri.
Image Komentar
RADEN ABDURACHMAN - Rabu, 9 Oktober 2013 | 11:05 WIB
Berlimpah mobil mewah + rumah mewah + harta beratus-ratus miliar . . . kepada polisi, pengacara dan semua penegak hukum, lihatlah kami & anak2 kami hidup penuh penderitaan, rumah tidak punya, biaya anak sekolah tidak ada, anak2 yang sakit tidak ada biaya untuk berobat . . . dan mereka menikmati

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.